Rabu, 21 Februari 2024 19:47 WIB

Alun-Alun Singaparna Memicu Kekumuhan Baru Jika Dua Fasilatas Ini Tidak Direlokasi

Rabu, 08 Februari 2023 07:43:17

Oleh: Redaksi | 542 view


Tribuana News. Singaparna - Keberadaan Alun-alun Singaparna di Kabupaten Tasikmalaya yang kini berpenampilan baru, setelah Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan revitalisasi, justru menimbulkan masalah baru.
Kekhawatiran sebagian pemerhati dan pengguna fasilitas Alun-alun Singaparna terkait kebersihan nampaknya sudah terbukti, hal ini selain kurangnya kesadaran warga tentang menjaga kebersihan juga dikarenakan masih terkendala dengan keberadaan pasar dan terminal.

Apabila kedua fasilitas umum tersebut tidak direlokasi, keberadaan taman Alun-alun Singaparna akan memicu  kekumuhan baru. 
Sejauh ini terlihat lokasi parkir dan pedagang kaki lima (PKL) yang belum tertata.

Terkait hal tersebut  Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya H. Mohamad Zen menyampaikannya tentang rencana relokasi pasar dan terminal, usai menghadiri Peringatan Isro Mi'raj Tingkat Kecamatana Singaparna,  di Alun-alun Singaparna, Senin (06/02/2023).

"Sebenarnya relokasi pasar dan terminal Singaparna sendiri sudah menjadi target Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya sejak lama. Pembebasan lahan untuk pasar dan terminal yang baru sudah dilaksanakan. Adapun proses pembangunannya, baru akan dimulai," ungkap H. Mohammad Zen.

Lebih lanjut Mohamad Zen mengemukakan bahwa pembangunan pasar dan terminal yang baru akan dilakukan tahun ini. Lokasinya di Desa Cilampunghilir, Kecamatan Padakembang.

“Targetnya tahun ini akan mulai dan Insya Allah akan tuntas tahun 2024. Setelah di sana selesai, baru kita pindahkan. Kalau di sana belum siap, tidak mungkin kita pindahkan yang di sini,” ujarnya.

Pemetaannya sudah rampung. Pihaknya tidak ingin proses pembangunan pasar dan terminal secara parsial. Nantinya bekas terminal Singaparna akan menjadi area parkir yang representatif, sebagai pendukung taman alun-alun.

Dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya juga intens berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat. 

"Kami terus melakukan komunikasi, bahkan dengan Menko dan Kementerian terkait. Alhamdulillah responnya positif karena itu amanat Peraturan Presiden. Mudah-mudahan cepat terwujud. Dan tentunya Alun-alun akan terjaga kebersihannya seperti ini," pungkasnya. (Ayi Ahmad H)

Komentar Anda

BACA JUGA