Selasa, 23 April 2024 01:45 WIB

Apindo Kabupaten Ciamis Imbau Pengusaha Siapkan THR Lebaran 2024

Jumat, 22 Maret 2024 08:06:17

Oleh: Redaksi | 137 view

Tribuana News Ciamis

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Ciamis R Ekky Bratakusumah, mengimbau kepada pengusaha khususnya yang ada di wilayah Kabupaten Ciamis agar siap membayar THR Lebaran 2024 ini. Hal itu sesuai dengan surat edaran THR keagamaan 2024 yang dikeluarkan oleh Kemnaker, sehingga menjadi kewajiban bagi perusahaan.

Imbauan tersebut disampaikan Ekky kepada para pengusaha di wilayahnya mulai dari pabrik kayu, UMK, Migas, konstruksi, percetakan, supermarket dan lainnya. Ekky memberikan arahan agar THR Lebaran dapat dibayarkan tepat waktu dan dengan besaran satu kali gaji bagi karyawan yang sudah bekerja lebih dari satu tahun.

"THR itu harus dibayarkan maksimal satu minggu sebelum hari raya Idul Fitri 1445H," katanya kepada wartawan.

Ekky sendiri memahami masih ada perusahaan yang keadaannya saat ini cukup berat terlebih pasca pandemi beberapa waktu lalu. Akan tetapi karena itu sudah menjadi regulasi dari Kemnaker, maka mau tidak mau perusahaan harus berusaha untuk melaksanakannya. Terlebih lagi pada momen tahunan seperti ini, seluruh karyawan yang muslim pasti akan ikut merayakan Hari Raya Idul Fitri, sehingga membutuhkan biaya yang lebih.

"Mudah-mudahan untuk THR tahun ini, tidak ada masalah. Walaupun dalam memberikan THR perusahaan bakal terbatas, namun karena regulasi Kemnaker mau tidak mau harus melakukan pembayaran THR," harapnya.

"Bukannya tidak paham keadaan keuangan perusahaan. Karena hampir semua juga merasakan bahwa keadaan perusahaan saat ini seperti hidup segan mati tak mau," tambahnya.

Pandemi yang terjadi cukup lama bahkan hingga pasca pandemi pun, telah membawa kesulitan pada sektor usaha mikro kecil, seperti pengusaha berbagai makanan ringan dan usaha mikro kecil lainnya.

Apalagi jika Pemerintah Kabupaten tidak ikut turun tangan dengan menghadirkan kegiatan bazar atau event-event lainnya, tentu hal itu akan membuat mereka lebih terpuruk lagi.

"Karena ketika pemasarannya tidak dibantu pemerintah, UMK tidak hidup. Untungnya beberapa kali ada event-event yang diadakan pemerintah sehingga bisa ada kehidupan ekonomi untuk UMK," jelasnya.

Apindo juga terus berusaha mengawal perusahaan di dalam pelaksanaan kebijakan Kemnaker tersebut, terutama ketika ada pengusaha yang belum sanggup untuk membayar THR. Dalam hal ini Apindo meyakini bahwa perusahaan yang memiliki karyawan 10 orang atau lebih, sudah membentuk  unit perwakilan pekerja.

"Sehingga kalau ada persoalan internal seperti THR telat terbayarkan, nanti bisa diselesaikan pihak manajemen dan perwakilan pekerja. Setelah itu silahkan berunding sampai adanya kesepakatan THR dapat dibayarkan," ujar Ekky.

Saat ditemui terpisah, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Ciamis, Wati Kuswatini menuturkan, surat edaran untuk pemberitahuan hak THR kepada perusahaan di wilayahnya segera disebarkan ketika sudah lengkap. Hal ini karena pihaknya masih harus menunggu surat edaran yang akan diterbitkan oleh Pj Gubernur Jawa Barat.

"Dalam memantau munculnya surat edaran dari Pj Gubernur, kita terus berkomunikasi kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat," tutur Wati.

Wati berharap surat edaran tersebut sudah bisa disampaikan kepada seluruh pengusaha di wilayahnya baik BUMN, BUMD, maupun swasta, sehingga pemberian THR keagamaan dapat dilaksanakan tujuh hari sebelum Idul Fitri.

"Saat ini memang perusahaan sudah pada paham adanya kebijakan pemberian THR kepada pekerjanya. Tetapi kita pun bakal monitoring setelah menyampaikan surat edaran pemberian THR keagamaan dan sebelum libur hari besar keagamaan," pungkasnya. (TIM)

Komentar Anda

BACA JUGA