Jakarta, Tribuananews – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mengumumkan hasil keputusan penting dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2024 yang berlangsung pada Senin (9/3/2026). Salah satu poin utama yang disepakati adalah pembagian dividen tunai senilai Rp13,03 triliun.
Angka tersebut setara dengan 65 persen dari total laba bersih konsolidasian yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk, yang tercatat sebesar Rp20,04 triliun. Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menegaskan bahwa keputusan ini merupakan wujud nyata komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah yang optimal bagi para pemegang saham, tanpa mengesampingkan upaya penguatan fundamental bisnis melalui struktur permodalan yang kokoh.
“Sejumlah keputusan strategis yang disepakati dalam RUPST ini merupakan bagian dari upaya menjaga kinerja berkelanjutan serta memperkuat fondasi permodalan Perseroan ke depan,” ujar Okki dalam keterangan tertulis.
Dalam forum RUPST yang sama, para pemegang saham turut menyetujui alokasi 35 persen dari laba bersih, atau sekitar Rp7,01 triliun, sebagai saldo laba ditahan. Dana tersebut rencananya akan dimanfaatkan untuk memperluas ekspansi bisnis sekaligus memperkuat kapasitas permodalan BNI di tengah persaingan industri perbankan yang kian dinamis.
Tak hanya soal dividen, RUPST juga memberikan lampu hijau terhadap rencana pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai transaksi maksimal Rp905,48 miliar, termasuk biaya transaksi. Pelaksanaan buyback ini akan mengacu pada ketentuan dan regulasi pasar modal yang berlaku.
Okki menjelaskan langkah buyback ini menjadi salah satu instrumen Perseroan dalam menjaga stabilitas harga saham sekaligus memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan modal perusahaan.
“Keputusan buyback ini menunjukkan keyakinan manajemen terhadap prospek jangka panjang Perseroan sekaligus memberikan ruang fleksibilitas dalam penguatan permodalan,” kata Okki.
Saham hasil buyback nantinya akan ditempatkan sebagai saham tresuri atau treasury stock. Saham tersebut dapat dialihkan kembali melalui penjualan di Bursa Efek Indonesia maupun di luar bursa. Selain itu, saham tresuri ini juga berpotensi digunakan dalam pelaksanaan Program Kepemilikan Saham bagi Pegawai dan/atau Pengurus Perseroan.
Perubahan Anggaran Dasar dan Penyesuaian Regulasi
Dalam kesempatan yang sama, pemegang saham juga menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan terkait reklasifikasi saham Seri B milik BP BUMN menjadi saham Seri A Dwiwarna. Reklasifikasi ini dilakukan terhadap 223.783.877 lembar saham sebagai bentuk penyesuaian terhadap Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara.
Okki menyebutkan bahwa langkah ini merupakan wujud kepatuhan perseroan terhadap regulasi terbaru sekaligus upaya strategis dalam memperkuat tata kelola perusahaan sebagai BUMN.
“Penyesuaian ini merupakan bagian dari kepatuhan Perseroan terhadap regulasi yang berlaku sekaligus memastikan tata kelola perusahaan tetap berjalan optimal,” ujarnya.
Agenda Strategis Lainnya
Selain agenda terkait laba bersih, buyback saham, dan perubahan Anggaran Dasar, RUPST juga mengesahkan sejumlah mata acara strategis lainnya. Di antaranya adalah pengesahan laporan tahunan dan laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2025, penetapan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2026, serta penunjukan akuntan publik untuk tahun buku yang sama.
Tak hanya itu, rapat juga memberikan pendelegasian kewenangan untuk persetujuan Rencana Kerja Jangka Panjang (RJPP) 2026–2030 dan RKAP 2027. Para pemegang saham juga menerima laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum Sustainability Bond Tahap I Tahun 2025, serta menegaskan kembali pelimpahan wewenang RUPS kepada Dewan Komisaris terkait perubahan peraturan Dana Pensiun Perseroan.
Rangkaian keputusan strategis yang dihasilkan dalam RUPST ini diyakini mampu memperkuat fundamental bisnis BNI sekaligus menjaga momentum pertumbuhan di tengah persaingan industri keuangan yang semakin kompetitif.
Dengan strategi penguatan permodalan, tata kelola yang adaptif, serta kebijakan korporasi yang berorientasi pada keberlanjutan, BNI optimistis dapat terus menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. (*)