Selasa, 21 April 2026 10:50 WIB

BPJS Kesehatan Perluas Akses JKN Hingga Pelosok, Komitmen Pemerataan Layanan Kesehatan Kian Menguat

Senin, 14 Juli 2025 19:01:43

Oleh: Redaksi | 343 view

Tribuananews, Jakarta – BPJS Kesehatan terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan kemudahan akses layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk di wilayah pedalaman dan perbatasan. Sepanjang tahun 2024, Program JKN semakin mendekatkan diri kepada masyarakat melalui berbagai kanal layanan digital, on-site, serta kerja sama dengan fasilitas kesehatan di daerah-daerah terpencil.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menyampaikan bahwa hingga akhir 2024, jumlah kepesertaan Program JKN telah mencapai 278,1 juta peserta atau 98,45% dari total populasi. Capaian ini didukung oleh 35 provinsi dan 473 kabupaten/kota yang telah meraih predikat Universal Health Coverage (UHC). Dengan terus meningkatnya cakupan ini, BPJS Kesehatan bertekad memastikan setiap peserta memperoleh layanan kesehatan yang memadai.
"Untuk menjangkau peserta hingga ke pelosok daerah, kami telah menghadirkan layanan BPJS Keliling di 37.858 titik lokasi dengan menghasilkan 940.158 transaksi layanan," jelas Ghufron dalam acara Public Expose: Pengelolaan Program dan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2024, Senin (14/7/2025), di Jakarta.
"Bukan hanya itu, kami juga bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan satu atap melalui Mal Pelayanan Publik di 227 titik dan sudah menghasilkan 379.921 transaksi layanan hingga tahun 2024."

Peningkatan Infrastruktur dan Inovasi Digital

Dalam kurun waktu 2014-2024, BPJS Kesehatan mencatat peningkatan signifikan pada jumlah fasilitas kesehatan mitra. Jumlah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang bekerja sama naik 28%, dari 18.437 menjadi 23.682. Sementara itu, jumlah rumah sakit mitra melonjak 88%, dari 1.681 menjadi 3.162.
Untuk menjangkau peserta di Daerah yang Belum Tersedia Fasilitas Kesehatan yang Memenuhi Syarat (DBTFMS), BPJS Kesehatan turut menggandeng rumah sakit apung, mengirim tenaga kesehatan, serta bekerja sama dengan fasilitas kesehatan di wilayah-wilayah terpencil seperti Sumatera Utara, Kalimantan Utara, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Papua, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Tengah.
Ghufron menambahkan, inovasi digital juga terus dioptimalkan. "BPJS Kesehatan juga telah mengoptimalkan Aplikasi Mobile JKN, Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA), Voice Interractive JKN (VIKA) hingga BPJS Kesehatan Care Center 165," terangnya. Ia juga memperkenalkan inovasi terbaru di tahun 2024, yakni BPJS Kesehatan Online yang memungkinkan peserta mengurus administrasi, informasi, atau pengaduan seputar JKN melalui layanan video conference via aplikasi Zoom.
Kemudahan akses layanan juga ditingkatkan di fasilitas kesehatan melalui layanan telekonsultasi, yang telah dimanfaatkan oleh 17,2 juta peserta di 21.929 FKTP via Aplikasi Mobile JKN. Fitur i-Care JKN juga mempermudah tenaga medis menelusuri riwayat pelayanan kesehatan peserta selama satu tahun terakhir.
Layanan antrean online yang terhubung dengan Aplikasi Mobile JKN kini memberikan kepastian layanan dan mengurangi waktu tunggu, telah dimanfaatkan oleh lebih dari 22 ribu FKTP dan 3.132 rumah sakit. Untuk simplifikasi layanan, peserta dengan penyakit kronis atau yang mengikuti Program Rujuk Balik (PRB) kini dapat memperpanjang rujukan dan menebus resep obat secara lebih mudah. Informasi terkait jadwal operasi dan ketersediaan tempat tidur juga ditampilkan secara transparan.
"BPJS Kesehatan juga telah menetapkan enam poin Janji Layanan JKN di fasilitas kesehatan, yaitu cukup berobat dengan KTP/NIK, tanpa membawa fotokopi, tanpa iur biaya, tanpa pembatasan hari rawat, ketersediaan obat, serta pelayanan yang ramah tanpa diskriminasi," tambah Ghufron.

Kinerja Keuangan Stabil dan Kepercayaan Publik Meningkat

Komitmen menghadirkan layanan berkualitas juga tercermin pada hasil audit keuangan Dana Jaminan Sosial (DJS) 2024 yang kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Modifikasian sebanyak 11 kali berturut-turut sejak era BPJS Kesehatan. DJS Kesehatan juga berhasil menjaga aset bersih mencapai Rp49,52 triliun pada 2024, yang sesuai ketentuan untuk menutup pembayaran klaim setidaknya 3,40 bulan ke depan. Hasil investasi turut melampaui target, mencapai Rp5.395,6 triliun.
Sepanjang tahun 2024, total pemanfaatan layanan JKN mencapai 673,9 juta kunjungan atau rata-rata 1,8 juta pemanfaatan per hari. Angka ini membuktikan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap BPJS Kesehatan dan Program JKN.
"Kami menegaskan bahwa Program JKN merupakan wujud gotong royong bangsa, sehingga semua lapisan masyarakat bisa mengakses layanan kesehatan yang adil, terjangkau, dan berkualitas. Kami juga terus memastikan bahwa mereka yang tinggal di pedalaman tetap bisa mendapatkan layanan terbaik,” tegas Ghufron.
Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Abdul Kadir, menegaskan bahwa capaian kinerja BPJS Kesehatan pada 2024 menjadi titik penting menuju fase maturitas Program JKN. "Pengelolaan Program JKN yang mengusung prinsip good governance juga diawasi oleh banyak pihak, terlebih undang-undang mengamanahkan BPJS Kesehatan sebagai badan publik yang bertanggung jawab kepada Presiden. Melalui pengawasan yang ketat oleh sejumlah pihak, dana publik yang diamanahkan peserta kepada BPJS Kesehatan dapat dikelola secara transparan," jelas Kadir.
Kadir menutup dengan menyatakan, "Kinerja yang dicapai tahun ini bukan hanya soal angka, tetapi juga tentang meningkatnya kepercayaan publik dan kualitas layanan yang diterima peserta JKN di seluruh Indonesia. Sinergi antara Dewan Pengawas dan seluruh jajaran Direksi sangat penting untuk menjaga arah dan keberlangsungan Program JKN." (Herman)

Komentar Anda

BACA JUGA