Selasa, 23 April 2024 01:28 WIB

Kemenpora RI Gelar Ajak Partisipasi Para Pemuda dalam Kewaspadaan Bencana

Kamis, 21 Maret 2024 18:35:04

Oleh: Redaksi | 48 view

TribuanaNews,Garut
Deputi Organisasi Kepemudaan dan Kepramukaan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia menggelar Pelatihan Penguatan Manajemen Organisasi Kepelajaran dalam Kewaspadaan Bencana (Collab Ranger)yang berlangsung di Gedung Pendopo, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis (21/3/2024).

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setda Kabupaten Garut, Bambang Hafidz, mengapresiasi kegiatan ini sebagai langkah positif untuk memperkuat mitigasi bencana di wilayah Garut. Ia menegaskan pentingnya peran serta masyarakat dalam upaya mitigasi dan edukasi terkait bencana.

"Karena semua potensi bencana ada di Kabupaten Garut sehingga diperlukan mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, yang turut melibatkan masyarakat banyak," ucapnya.

Bambang berharap, seluruh peserta yang terdiri dari berbagai organisasi kepemudaan dan kepelajaran di Kabupaten Garut dapat menyebarluaskan informasi yang didapatkan pada hari ini kepada masyarakat lainnya.

"Khusus yang hari ini mengikuti pelatihan, sekali lagi kami berharap mereka menjadi agen penyebar informasi dan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat," katanya.

Sementara itu, Asisten Deputi Organisasi Kepemudaan dan Kepramukaan Kemenpora RI, Amar Ahmad, menjelaskan, kegiatan Collab Ranger bertujuan untuk membentuk tim-tim utama dalam mengantisipasi bencana. 

"Jadi collab itu artinya kita bersinergi bersama organisasi kepemudaan, organisasi kepelajaran, kakak-kakak Pramuka, semua bersama-sama untuk bagaimana kita tanggap terhadap kebencanaan," lanjutnya.

Ia menekankan perlunya pemahaman tentang potensi bencana di daerah-daerah, termasuk di wilayah rawan seperti "ring of fire", untuk mengambil tindakan antisipatif yang efektif.


"Bencana itu bukan kita takuti atau bukan kita hindari, atau kita selalu berdoa tolak bala untuk menghindari bencana, tetapi justru kita harus mampu memanage bagaimana bencana itu kemudian dianggap sebagai sesuatu yang bisa ada antisipasinya," ungkapnya.

Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam menyosialisasikan pemahaman mengenai bencana kepada masyarakat secara menyeluruh, sebagai bagian dari upaya bersama dalam menghadapi tantangan bencana.

"Bukan hanya urusan Basarnas, bukan hanya urusan BNPB, bukan hanya urusan kelompok-kelompok tertentu SAR misalnya, tapi ini adalah bagian daripada kepedulian kita semua terkait bencana," tandasnya.

wahyu

Komentar Anda

BACA JUGA