Leuwisari, Tribuananews - Menyambut Hari Lahir (Harlah) ke-40, Pagar Nusa Kabupaten Tasikmalaya menyelenggarakan Malam Refleksi yang disebut “Riung Pendekar”. Kegiatan yang berlangsung di SMK Daaruda’wah, Desa Mandalagiri, Kecamatan Leuwisari pada Jumat (02/01/2026) ini, menghimpun seluruh Pengurus Anak Cabang (PAC) dan Rayon se-Wilayah Barat Raya sebagai ajang silaturahmi, konsolidasi, dan penguatan nilai perjuangan organisasi.
Wilayah Barat Raya meliputi 14 kecamatan: Singaparna, Leuwisari, Cigalontang, Salawu, Mangunreja, Sukaraja, Taraju, Sodonghilir, Sukarame, Tanjungjaya, Padakembang, Puspahiang, Sariwangi, dan Bojonggambir. Rangkaian acara diisi dengan talk show dan penguatan nilai melalui konsep “Ngaji” (Ngatur Jiwa), “Ngelmu” (Neuleuman/Nganyahokeun Diri), dan “Ngopi” (Ngolah Pirkiran), yang disampaikan oleh sesepuh dan tokoh Pagar Nusa.
Cecep Rahmat Hidayat, salah satu Dewan Chaos Pagar Nusa Kabupaten Tasikmalaya, menjelaskan target kegiatan. “Adapun target utama dari kegiatan ini adalah terbentuknya Fakta Integritas sebagai komitmen bersama seluruh peserta untuk menempatkan diri sebagai kasta sudra, yang dimaknai sebagai rakyat atau pelayan bagi Pagar Nusa. Komitmen tersebut menjadi landasan moral untuk bersama-sama bangkit dan melawan segala bentuk keterpurukan yang dihadapi organisasi,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, forum menyepakati pembentukan Tim Kesekretariatan yang bertugas merampungkan dan menjalankan agenda serta program kerja Pagar Nusa, khususnya di Wilayah Barat Raya dan umumnya di Kabupaten Tasikmalaya. Tim ini diharapkan menjadi penggerak utama menjaga kesinambungan kegiatan dan soliditas organisasi.
Ketua PC PSNU Pagar Nusa Kabupaten Tasikmalaya, Asep Sufyan Sya’roni, menegaskan makna reflektif acara tersebut.
“Kegiatan malam itu merupakan sebuah refleksi dan instropeksi diri di harlah Pagar Nusa yang ke-40. Kita sambung rasa melalui ngaji, ngelmu dan ngopi untuk merawat semangat serta meneguhkan arah perjuangan Pagar Nusa di Kabupaten Tasikmalaya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, “Karena di Pagar Nusa itu tidak ada saya, tidak ada kamu, yang ada adalah kita keluarga besar Nahdlatul Ulama yang berkhidmah melalui Pagar Nusa. Dengan kegiatan ini yang akan diagendakan rutin, diharapkan kita mampu mengenal kekurangan dan kelebihan kita. Dan inilah kekuatan Pagar Nusa yang menjadi pondasi organisasi.”
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antarjaringan, meningkatkan militansi anggota, dan mengoptimalkan peran Pagar Nusa sebagai bagian dari gerakan Nahdlatul Ulama di tingkat akar rumput. (GW)