Tribuananews, Singaparna - SDN Sukasirna, sebuah sekolah yang telah berkiprah sejak 1982, terus memperkuat komitmennya untuk mencetak generasi unggul yang berintegritas dengan mengintegrasikan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) serta Iman dan Takwa (IMTAQ). Sekolah yang berlokasi di Jalan Bojong Koneng, Kecamatan Singaparna ini, berdedikasi membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga berakhlak mulia.
Ayi Sakinatussaadah, S.Pd. selaku guru sekolah tersebut memaparkan bahwa visi sekolah adalah “Unggul dalam prestasi berdasarkan IPTEK, berperilaku yang sehat, berbudaya lingkungan, serta berwawasan nasional.” Visi ini diimplementasikan melalui misi “Menciptakan kehidupan sekolah yang beriman, bertakwa, dan berbudi luhur.”
“Nilai-nilai akhlakul karimah, kedisiplinan, kerapihan, kebersihan, cinta alam, dan kasih sayang sesama manusia adalah fondasi yang kami tanamkan kepada setiap siswa,” tegas Ayi.
Program Unggulan: Mengaji Kitab Kuning sebagai Ciri Khas
Satuan Pendidikan yang dinahkodai oleh Utang Mursyid, S.Pd.I ini memiliki 256 siswa dan didukung oleh 16 guru (10 ASN dan 6 non-ASN). Memiliki dua program unggulan, yakni akademik dan keagamaan. Program keagamaan menjadi pembeda utama, dengan kegiatan mengaji kitab kuning setiap Jumat pagi yang menjadi satu-satunya di tingkat SD se-Kecamatan Singaparna.
“Di Kecamatan Singaparna, kami satu-satunya SD yang mengadakan kegiatan mengaji kitab kuning setiap Jumat pagi,” jelas Ayi.
Kegiatan ini dijalankan secara berjenjang sesuai kelas. Siswa kelas 6 fokus pada fiqih, kelas 5 mempelajari tajwid, kelas 4 berlatih baca tulis Al-Qur’an, sementara siswa kelas 1 hingga 3 belajar baca tulis Al-Qur’an, menghafal surat pendek, serta doa-doa sehari-hari.
Selain itu, sekolah juga menyelenggarakan ekstrakurikuler Pramuka dan voli. Prestasi siswa telah ditorehkan dalam berbagai ajang, seperti Vocal Group, Festival Tilawatil Qur’an (FTQ), dan Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI).
Fasilitas dan Tantangan Digital
SDN Sukasirna memiliki infrastruktur yang memadai, terdiri dari 10 ruang kelas, 1 kantor, dan 1 perpustakaan. Meski telah teraliri listrik dan memiliki akses internet, koneksi yang tidak stabil menjadi kendala utama, khususnya bagi guru dalam mengakses platform Merdeka Mengajar.
“Manfaat platform Merdeka Mengajar sangat besar untuk menambah wawasan guru. Kendala utamanya adalah gangguan internet,” ungkapnya. Meski menghadapi tantangan tersebut, seluruh guru telah aktif menggunakan platform tersebut. Komitmen peningkatan kualitas pendidik juga dibuktikan dengan dua guru yang sedang mengikuti program Calon Guru Penggerak (CGP). Dukungan dari Dinas Pendidikan Kabupaten juga terus berjalan dengan pembinaan rutin setidaknya sekali dalam setahun.
Lingkungan Luas dan Dukungan untuk Siswa
Lokasi sekolah yang luas, nyaman, dan dikelilingi pemandangan alam asri menjadi daya tarik tersendiri bagi orang tua. “Lingkungannya paling luas se-Kecamatan Singaparna. Ini menjadi pertimbangan utama bagi orang tua saat mendaftarkan anak mereka,” pungkas Ayi.
Dalam hal kesejahteraan siswa, dari total 256 siswa, sebanyak 125 di antaranya telah menerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP). Sementara itu, 131 siswa lainnya masih dalam proses menunggu. Sekolah terakhir kali mendapat bantuan dari pemerintah pada tahun 2017.
Koresponden: Anisa Rahmawati