Minggu, 25 Januari 2026 19:58 WIB

TBM Harapan Gelar Pelatihan Pengelolaan, Kumpulkan Pengurus TBM Kabupaten Tasikmalaya

Minggu, 21 September 2025 18:30:08

Oleh: Redaksi | 159 view

Tribuananews, Singaparna – Guna meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam mengelola taman bacaan, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Harapan menggelar Pelatihan Pengelolaan TBM. Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Gebyar Literasi TBM Harapan ini dilaksanakan pada Minggu (21/9/2025) di Sekretariat TBM Harapan, Kampung Sentral, Desa Cikunten, Kecamatan Singaparna.

Yang membedakan pelatihan ini adalah pesertanya yang terdiri dari para pengelola aktif TBM. Acara ini tidak hanya untuk pengurus internal TBM Harapan, tetapi juga menghadirkan para pengurus dan pemilik TBM dari berbagai penjuru Kabupaten Tasikmalaya, menciptakan sinergi dan jaringan yang kuat antar pegiat literasi.

Ketua TBM Harapan, An’an Yuliati, S.IP., menegaskan bahwa pelatihan ini penting untuk membekali para pengelola dengan kemampuan manajemen yang mumpuni.

“Pelatihan ini kami selenggarakan untuk meningkatkan kualitas keahlian SDM dalam pengelolaan TBM. Dengan berkumpulnya para pengelola dari berbagai TBM, kita bisa saling berbagi pengalaman dan ilmu. Harapannya, ke depan setiap TBM bisa menjadi tempat yang lebih bermanfaat dan mampu mengembangkan program-program yang inovatif,” ujar An’an.

Dia berharap kolaborasi ini dapat memperkuat peran semua TBM dalam membantu masyarakat dan pemerintah meningkatkan minat dan daya baca semua kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga orang tua.

Sebagai pemateri, TBM Harapan menghadirkan praktisi literasi yang sangat berpengalaman, Saepuloh, S.Pd., M.Pd. Pemilik TBM Ligar Luang dari Cigalontang ini memiliki segudang pengalaman di organisasi seperti Forum TBM Kabupaten Tasikmalaya (2021-2025), sehingga paham betul dengan kondisi dan tantangan yang dihadapi TBM di wilayah ini.

Dalam paparannya, Saepuloh menjelaskan bahwa pengelolaan TBM yang profesional adalah kunci keberhasilan. “Pengelolaannya melibatkan proses sistematis yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian. Kerangka kerja ini memastikan operasional dan keberlanjutan TBM yang efektif,” jelasnya.

Menanggapi tantangan minat baca yang rendah dan gempuran gadget, Saepuloh menawarkan sejumlah strategi dan inovasi efektif. Ia menekankan pentingnya transformasi TBM dari sekadar ‘gudang buku’ menjadi ‘rumah kreatif’.
Strategi yang dianjurkannya meliputi transformasi ruang fisik dan digital dengan desain yang menarik, penyelenggaraan program inovatif seperti klub coding dan lokakarya tematik, serta pengembangan konten yang relevan termasuk komik dan novel grafis.

“Dengan strategi ini, TBM dapat bertransformasi menjadi pusat pembelajaran dan kreativitas yang dinamis dan menarik bagi generasi muda,” tegas Saepuloh.

Pada sesi terakhir, Saepuloh membahas kunci komitmen jangka panjang relawan dan model keberlanjutan TBM. Untuk menjaga komitmen relawan, diperlukan rekrutmen yang tepat, pengembangan kapasitas, apresiasi, dan pemberdayaan.

Sementara untuk menjamin sustainability operasional, TBM harus mandiri dengan diversifikasi sumber dana. Beberapa model yang ditawarkan antara lain pengembangan program berbayar, kemitraan strategis dengan perusahaan melalui program CSR, dan penggalangan dana komunitas.

“Model yang paling efektif adalah yang menggabungkan beberapa strategi. Dengan demikian, TBM dapat terus beroperasi dan memberikan manfaat jangka panjang secara mandiri,” pungkas Saepuloh.

Kegiatan pelatihan ini tidak hanya berhenti pada teori, tetapi juga menjadi ajang diskusi dan tukar pikiran antar pengelola TBM. Diharapkan, jaringan yang terbentuk dapat memperkuat gerakan literasi di Kabupaten Tasikmalaya secara keseluruhan. (Galih W)

Komentar Anda

BACA JUGA