
TribuanaNews. Singaparna - Diklat Berjenjang Tingkat Dasar bertujuan untuk memberi pengetahuan dan wawasan mengenai pelaksanaan pembelajaran dalam program Pendidikan Anak Usia Dini, baik secara teoritis maupun praktik yang mengacu pada Konsep Merdeka Belajar. Diklat Berjenjang Tingkat Dasar di khususkan bagi Pendidik PAUD yang belum menempuh pendidikan S1.
Beberapa waktu lalu bertempat di SDIC Bunda Tami (Islamic Character School), Jln. Cisinga Desa Cilampunghilir Kecamatan Padakembang Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 155 guru PAUD dari beberapa lembaga Kober yang termasuk wilayah Zona Barat 1 meliputi Kecamatan Singaparna, Sukarame, Sariwangi, Padakembang, Leuwisari, Mangunreja, dan Salawu, terlihat begitu antusias mengikuti Diklat Berjenjang Tingkat Dasar 48 Jam secara Tatap Muka, Sabtu (27/11/2021), dengan narasumber dari Praktisi dan Akademisi yang kompeten di bidangnya.
Ayi Maulida, S.Pd., M.Pd salah seorang narasumber yang berhasil Tribuana News temui usai memberikan materi awal kepada peserta menyampaikan rangkuman materi yang telah disampaikan bahwa
Konsep belajar yang diterapkan sekarang mendasar pada minat bakat dan potensi peserta didik, dimana para guru dapat ikut berperan dalam mengasah potensi yang dimiliki oleh para peserta didik sejak usia dini.
“Usia golden age pada anak adalah masa pertumbuhan dan perkembangan terbaik untuk fisik dan otak anak, maka pada kondisi ini, penerapan hal-hal baik sebagai dasar pendidikan dapat berpengaruh terhadap pembentukan karakter, kepribadian dan kemampuan kognitif anak," ujarnya.
Sementara itu Ketua PD HIMPAUDI Kabupaten Tasikmalaya Mulatsih Sri Utami, S.Pt., M.Pd yang dihubungi melalui WhattApp berharap agar para Guru PAUD yang telah mengikuti Diklat Berjenjang Tingkat Dasar ini, nantinya dapat mengikuti Diklat Berjenjang Tingkat Lanjut, serta melanjutkan Pendidikan S1 nya dengan jurusan yang tepat.
Seorang peserta yang enggan disebutkan namanya yang kemudian diketahui berasal dari lembaga Kober Sariwangi, ditanya tentang kesan yang didapat dalam mengikuti Diklat ini.
"Amazing... Kata itulah yang menggambarkan perasaan saya dalam mengikuti Diklat ini. Banyak hal baru yang saya dapatkan.
Berbeda dengan bayangan saya sebelumnya ketika mau mengikuti Diklat. Saya kira hanya formalitas saja, layaknya sebuah program pemerintah melalui Diknas. Tetapi kenyataannya sungguh berbeda karena saya sebagai guru dapat mengembangkan program pembelajaran yang lebih inovatif, efisien dan tepat sasaran untuk pengembangan pendidikan di lingkungan sekolah saya khususnya. Saya semakin termotivasi lagi untuk melakukan upaya-upaya yang inovatif dan relevan dalam pembelajaran.
Terima kasih saya sampaikan kepada pihak sekolah saya yang telah mengirimkan saya untuk mengikuti Diklat ini, juga kepada penyelenggara dalam hal ini PD HIMPAUDI Kabupaten Tasikmalaya dan Dinas Pendidikan," pungkasnya.- (Ayi Ahmad Hidayat)