Minggu, 25 Februari 2024 10:09 WIB

200 Utusan Perempuan Dari 20 Kecamatan Ikuti Sosialisasi Pendidikan Politik Masyarakat Jelang Pemilu 2024

Senin, 12 Desember 2022 20:23:00

Oleh: Redaksi | 233 view

Tribuana News. Sukaraja - Wakil Bupati Tasikmalaya H Cecep Nurul Yakin membuka secara resmi Program Pendidikan Politik Masyarakat untuk kaum perempuan yang dilaksanakan oleh Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Tasikmalaya, berlangsung di Gedung PGRI Kecamatan Sukaraja, Senin (12/12/2022).

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Tasikmalaya yang diwakili Kabid Poldagri dan Ormas, Drs. Mamat Subagja menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan bahwa yang hadir mengikuti acara pendidikan ini sebanyak 200 orang yang merupakan utusan perempuan dari 20 Kecamatan.
Sedangkan tujuan dilaksanakannya kegiatan pendidikan politik masyarakat khususnya kaum perempuan ini agar para peserta diharapkan dapat berperan aktif dalam mewujudkan pelaksanaan suksesnya penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada Serentak tahun 2024. 

"Perlu kami sampaikan pula bahwa narasumber yang akan memberikan materi pada sosialisasi ini adalah dari Pengadilan Negeri Kabupaten Tasikmalaya, dari KPUD, dan dari Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya.
Dan kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan sebelumnya yang telah dilaksanakan di Kecamatan Sukaratu pada hari Kamis (7/12/2022) yang dihadiri oleh utusan perempuan dari 19 Kecamatan," ungkapnya.

Sementara itu Wakil Bupati Tasikmalaya H Cecep Nurul Yakin sebelum membuka secara resmi kegiatan menyampaikan ucapan terima kasih kepada para peserta yang hadir dan apresiasi yang tinggi kepada Bakesbangpol Kabupaten Tasikmalaya atas terselenggaranya kegiatan pendidikan politik masyarakat khususnya untuk kaum perempuan dalam rangka mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya bersama Kesbangpol hari ini melaksanakan kegiatan ini adalah untuk memberikan pandangan-pandangan tentang wawasan kebangsaan supaya semuanya mendapatkan pengetahuan dan ilmu yang sama, sehingga baik laki-laki maupun perempuan mendapatkan pendidikan politik," ujarnya.

Ibu-ibu harus menjadi duta perempuan di daerahnya masing-masing, mentransformasi pikiran positif, mentransformasi ilmu yang diberikan oleh narasumber, bagaimana perempuan berpartisipasi dalam politik, sehingga diatas politik ada kemanusiaan, jangan sampai diatas politik itu ada penyengsaraan. 

"Bahasa kita, politik itu Limaslahatin ummah, yaitu menghadirkan kemaslahatan untuk masyarakat sekitar. Agama kita mengajarkan: Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang yang memiliki manfaat untuk manusia yang lain. Untuk bisa manfaat kita harus tahu bagaimana mana yang Maksadat, mana yang Madorot, dan mana yang Maslahat. Oleh karena itu dengan menghadirkan Maslahat maka kita harus tahu mana hak kita, mana kewajiban kita, nama hak orang lain, mana kewajiban orang lain. Jangan dibalik!" pesannya. (Ayi Ahmad Hidayat)

Komentar Anda

BACA JUGA