TASIKMALAYA, Tribuananews – Siapa sangka, akronim BAKPIA yang selama ini identik dengan panganan khas Yogyakarta, di Desa Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, justru bermakna mendalam: Bapak-bapak Peduli Kesehatan Ibu dan Anak. Forum unik yang digagas dan dijalankan oleh kaum bapak ini bahkan telah mendapat pengakuan dari Kantor Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) RI sebagai sebuah inovasi terbaru di bidang kesehatan.
Lahir jauh sebelum pandemi Covid-19, BAKPIA dicetuskan oleh sejumlah tokoh masyarakat dan perangkat Desa Singaparna. Inisiatif ini berangkat dari keprihatinan terhadap sejumlah masalah kesehatan yang masih membayangi, seperti tingginya angka stunting, kasus kematian ibu dan anak saat persalinan, serta rendahnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan.
"BAKPIA adalah jawaban atas kebutuhan untuk melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk kaum bapak, dalam upaya membangun kesehatan dari tingkat akar rumput," ujar seorang inisiator, seperti yang dapat ditelusuri dari sejarah pembentukannya.
Forum ini tidak hanya wacana. Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Desa Singaparna, BAKPIA menggerakkan berbagai potensi lokal seperti bidan desa, ambulan desa, kelompok donor darah, dan kader kesehatan. Ragam kegiatannya pun langsung menyentuh persoalan di lapangan, mulai dari pendataan kesehatan, pemetaan kelompok berisiko, edukasi, donor darah, hingga kunjungan rumah bagi warga yang menolak layanan imunisasi dan Posyandu.
Eksistensi BAKPIA menarik perhatian pusat. Dalam kunjungan pejabat Setwapres RI beberapa waktu lalu, inovasi ini diapresiasi tinggi dan dinyatakan sebagai satu-satunya forum berbasis peran bapak dalam kesehatan ibu dan anak di Indonesia.
Sebagai bentuk penguatan kelembagaan, pada Selasa (4/11/2025) lalu, BAKPIA Desa Singaparna menyelenggarakan Musyawarah dan Bimbingan Teknis di Aula Desa, didukung penuh oleh Puskesmas setempat. Kegiatan ini menjadi bukti keseriusan forum ini dalam meningkatkan kapasitas dan kontribusinya.
Dengan capaian tersebut, BAKPIA telah menjadi kebanggaan bukan hanya bagi warga Singaparna, tetapi juga bagi Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Ke depan, dukungan dan pendorongan dari Pemkab Tasikmalaya dinilai crucial agar inovasi lokal ini dapat berkembang lebih baik, mendorong terwujudnya masyarakat Tasikmalaya yang sehat dan sejahtera. (Tete Sudirman)