Tribuananews, Tasikmalaya - Akhir-akhir ini Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin sedang giat-giatnya melakukan kegiatan dan berkomitmen untuk memajukan perkoperasian di Kabupaten Tasikmalaya. Terutama kaitannya dengan adanya program nasional Presiden Prabowo Subianto, yakni pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).Pada acara puncak Hari Koperasi Ke-78 tingkat Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (30/8/2025), Bupati Cecep meluncurkan (launching) 351 Koperasi Desa Merah Putih se-Kabupaten Tasikmalaya sekaligus menyerahkan akta pendiriannya, bertempat di Islamic Center Singaparna. Dihadiri sekitar 1300 orang pengurus dan anggota koperasi dari 85 koperasi, termasuk koperasi baru KDMP.
Mereka diharapkan bisa amanah dan betul-betul bertanggung-jawab atas amanah tersebut sesuai Inpres Nomor 9 Tahun 2025.Untuk mewujudkan hal itu, Bupati Cecep selaku kepala daerah akan memberikan arahan kepada pengurus KDMP se-Kabupaten Tasikmalaya, sehingga implementasinya betul-betul sesuai harapan. Pada kesempatan lainnya Bupati Cecep menyatakan, bahwa pengelolaan KDMP jangan sampai akhirnya bermasalah seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sementara itu Kadis Koperasi, UKM, Perindag Kabupaten Tasikmalaya Endang Syahrudin menyampaikan, bahwa sejarah perkoperasian di Indonesia bermula dari Tasikmalaya sebagai cikal bakal perkoperasian nasional. Peringatan Hari Koperasi Indonesia ke78 ini dijadikan momentum kebangkitan kembali koperasi di Kabupaten Tasikmalaya. Kita jalin hubungan dan koordinasi yang baik antara sesama gerakan koperasi dan antara gerakan koperasi dengan pemerintah daerah untuk memajukan dan menjayakan koperasi Indonesia, khususnya di Kabupaten Tasikmalaya. Pada kesempatan ini, penulis selaku anggota Pengawas Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) PRAJA MUKTI, mengharapkan kepada Bapak Bupati Tasikmalaya H. Cecep Nurul Yakin, selain fokus terhadap mengembangkan koperasi baru KDMP, juga agar segera membangkitkan atau menghidupkan kembali KPRI PRAJA MUKTI. Perlu diketahui, bahwa Koperasi PRAJA MUKTI adalah koperasi pegawai Pemkab Tasikmalaya yang berdiri sejak 1968 dengan jumlah anggota saat ini mencapai lebih dari 800 orang, bahkan sebelumnya pernah mencapai lebih dari 1200 orang dan aset lebih dari Rp 6 miliar. Sebelumnya, Koperasi PRAJA MUKTI ini menjadi kebanggaan Pemkab Tasikmalaya, karena mampu memenuhi kebutuhan para anggotanya. Bahkan Pengurus dan Pengawasnya pernah melanglang buana melakukan study ke negeri Thailand dan Australia. Namun sangat disayangkan akhir-akhir ini nasibnya merana dan sangat menyedihkan. Kondisi Koperasi PRAJA MUKTI saat ini, kegiatan Unit Usaha dan Unit Simpan Pinjam sudah tidak bisa berjalan lagi. Karena cicilan pinjaman dari para anggota peminjam macet total. Jangankan untuk honor Pengurus dan Pengawas, untuk memenuhi anggota yang akan mengambil simpanannya pun sudah tidak mampu.
Hal itu terjadi sejak adanya kebijakan pemerintah yang membayarkan gaji pegawainya langsung masuk rekening pribadinya masing-masing. Karena sebelumnya, waktu pembayaran gaji pegawai Pemda melalui juru bayar di OPD-nya, cicilan pinjaman itu berjalan lancar dan aman. Namun sekarang pun jika Pengurusnya ada kemauan, sebetulnya upaya untuk sistem potong gaji lagi seperti dulu itu bisa dilakukan dan ada koperasi lain yang sudah berjalan. Dan saya sendiri selaku anggota Pengawas pernah berdialog dengan Kepala BJB Cabang Kabupaten Tasikmalaya dan beliau bersedia untuk bekerja sama dengan koperasi. Kendalanya justru ada di pihak Pengurus sendiri yang tidak mau bergerak untuk mengusahakannya.
Untuk itu kami sangat berharap Bapak Bupati dengan Kadis Koperasinya bisa menggerakkan Pengurus agar proaktif membangkitkan kembali Koperasi PRAJA MUKTI. Sangat disayangkan jika KDMP yang masih mentah mendapatkan perhatian ekstra, sementara KPRI PRAJA MUKTI yang para anggotanya adalah staf Bapak Bupati sendiri tidak diperhatikan.Semoga jadi bahan pertimbangan Bapak Bupati Tasikmalaya. (Tete Suhendar)