CINEAM, Tribuananews – Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 sekaligus menyambut HUT ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Pengurus Cabang (PC) PGRI Kecamatan Cineam menggelar serangkaian kegiatan yang bertujuan memotivasi guru dan menjalin kebersamaan. Acara yang dihadiri oleh unsur Muspika, Muspida, serta Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat ini berlangsung meriah.
Ketua PC PGRI Cineam, H. Cengceng, S.Pd., M.Pd., dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (20/11/2025), menyatakan bahwa momentum ini menjadi ajang untuk mendorong peningkatan kompetensi guru. "Kami selaku pengurus berusaha untuk mendorong dan memotivasi guru-guru atau anggota untuk berinovasi dan berprestasi, sehingga apa yang diharapkan oleh masyarakat dan Kementerian Pendidikan dengan slogan 'Guru Hebat, Indonesia Maju' dapat terwujud," ujarnya.

Ia menjelaskan, ragam kegiatan telah dilaksanakan, tidak hanya berfokus pada ranah akademis tetapi juga pada peningkatan kebugaran dan pelestarian budaya. "Guru dituntut tidak di kelas saja. Kami berusaha untuk kebugaran kesehatan dengan membuat jalan sehat, tarik tambang, dan bakiak untuk putri, untuk menggali olahraga tradisional terdahulu," tambah Cengceng.
Rangkaian acara juga mencakup kompetisi olahraga dan seni. Pekan olahraga bulu tangkis dan bola Voli, Lomba Tarik Tambang dan Bakiak Putri untuk PC Cineam telah dilaksanakan di Margasari pada tanggal 5-6 November lalu, disusul dengan lomba duet menyanyi dan Jalan Sehat.

Pada puncak acara, jalan santai diikuti secara antusias oleh seluruh guru beserta siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA. Acara ini juga dihadiri oleh H. Haris Sanjaya, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, yang turut memeriahkan suasana.
Menutup pernyataannya, H. Cengceng menyampaikan harapan dan refleksi mendalam. "Harapan ke depan, karena ini momen sangat berarti, kita mengambil hikmah dan mengenang para pejuang (pendidikan). Dan guru harus kuat karena kita dilindungi oleh undang-undang dan berbadan hukum. Hari ini banyak guru yang dikriminalisasi," tegasnya.
Pernyataan tersebut menegaskan komitmen PGRI untuk tidak hanya membangun semangat berkarya tetapi juga melindungi martabat dan hak-hak profesi guru di tengah tantangan yang dihadapi. (Iwa)