
Tribuananews. Singaparna - Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam segala bidang kehidupan masyarakat, maka turut membawa perubahan paradigma dalam bidang pendidikan. Perubahan paradigma pendidikan diera sekarang mengharuskan adanya perubahan fungsi dan peran Kepala Sekolah. Kepala Sekolah tidak lagi hanya melakukan kebijakan-kebijakan yang bersifat sentralistik, tetapi juga bergerak kearah desentralistik dan manajemen partisipatif. Kepala Sekolah tidak lagi bekerja secara individual yang cerdas tetapi juga harus bekerja secara team work yang cerdas.
Menyikapi hal tersebut maka terbentuklah sebuah wadah yang terdiri para Kepala Sekolah yang kemudian diberi nama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS)
Demikain pula kehadiran MKKS SMK Kabupaten Tasikmalaya yang merupakan wadah asosiasi atau perkumpulan Kepala Sekolah SMK yang berada di Kabupaten Tasikmalaya, yang berfungsi sebagai sarana untuk saling berkomunikasi, belajar, bertukar pikiran dan pengalaman antar Kepala Sekolah, dalam rangka peningkatan kinerja Kepala Sekolah sebagai ujung tombak terjadinya perubahan di sekolah.
Dan ntuk meligitimasi wadah/organisasi tersebut maka
Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Wilayah 12 yang membawahi keberdaan SMK, melalui Kepala Dinasnya Drs Abur Mustikawanto, secara resmi melantik DR. H. Nanang Mak'mur, M.Pd sebagai Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Periode 2021-2024. Pelantikan tersebut di pusatkan di Gedung DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (23/11/2021).
Acara pelantikan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Tasikmalaya H. Cecep Nurul Yakin, Wakil Ketua DPRD H. Apip Ifan Permadi, Ketua MKKS Provinsi Jawa Barat, Pengawas SMK, Forum Komunukasi Operator, MGMP, IPONITAS, unsur Pimpinan Polisi Resor Tasikmalaya dan unsur Pimpinan TNI, Kajati, Wakil Ketua Kadin Kab. Tasikmalaya, serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya Ketua MKKS SMK DR. H. Nanang Mak'mur, M.Pd melaporkan Jumlah SMK di Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 136 yang terdiri dari 14 SMK Negeri dan 122 SMK Swasta. Dari 136 SMK itu jumlah Guru yang tercantum di Dapodikdasmen sebanyam 2.676, terdiri dari 1.378 Guru Laki-laki dan 1.298 Guru Perempuan. Jumlah Tenaga Kependidikan di Dapodikdasmen sebanyak 686, terdiri dari 423 Laki-laki dan 266 Perempuan. Dan Jumlah Peserta Didik di Dapodikdasmen sebanyak 42.451, terdiri dari 23.567 Peserta Didik Laki-lali dan 18.844 Peserta Didik Perempuan.
Usai acara pelantikan, Tribuana News berkesempatan mewawancari Ketua MKKS SMK KabuatenTasikmalaya. Ada poin penting yang disampaikan diantaranya terkait wacana SMK Masuk Desa, program jangka pendek, serta pesan dan harapannya.
"Sesuai visi dan misi kami yaitu Bersatu Membangun Dalam Upaya Terwujudnya Kualitas SMK, pertama bagaimana menyatukan antara Sekolah Negeri dan Swasta, kemudian kesetaraan antara Sekolah Negeri dan Swasta. Kita berkolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri.
Harapan dan himbauan untuk Pengurus dan para Kepala Sekolah juga disampaikan Nanang bahwa organisasi ini tidak hanya sekedar dibentuk, tapi yang terpenting bagaimana organisasi ini dijalankan secara terus menerus untuk mengembangkan kompetensi minijerial, kewirausahaan, serta kompetensi social yang harus dimiliki Kepala Sekolah," pungkasnya.
Sementara itu Wakil Bupati Tasikmalaya H. Cecep Nurul Yakin juga kepada Tribuana News mengatakan bahwa MKKS ini walaupun menjadi urusan Provinsi tapi memproduksi manusianya yang berasal dari Kabupaten Tasikmalaya, sehingga diharapkan SMK ini bisa memproduksi kebutuhan sumber daya manusia untuk bisa membangun Kabupaten Tasikmalaya sehingga sinkron dengan apa yang ada dalam RPJMD.
"Visi misi yang kami punya sesuai yang tercantum dalam RPJMD antara lain kaitan peningkatan sumber daya manusia, selanjutnya misi ke tiga yaitu meningkatkan ekonomi berbasis pedesaan di sektor pariwisata dan pertanian, maka kami harap SMK yang berada di Kabupaten Tasikmalaya juga bisa memproduksi manusia di sektor tersebut," harapnya.- (Ayi Ahmad Hidayat)