
Tribuana News. Singaparna - Gerakan Mengajar Desa Kota/Kab Tasikmalaya telah menyelenggarakan kegiatan Seminar Pelatihan Kewirausahaan Bersama Shopee dan Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kab.Tasikmalaya dengan tema "E-commerce Di Era Ekonomi Digital : Meningkatkan Jiwa Berwirausaha Yang Kreatif, Inovatif dan Kompetitif" Minggu, (13/02/2022) bertempat di Aula Pendopo Baru Kabupaten Tasikmalaya Desa Sukaasih Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya.
Sebagaimana terlampir dalam daftar hadir jumlah peserta yang hadir sebanyak 96 orang, dan juga dihadiri oleh tamu undangan beserta anggota Gerakan Mengajar Desa Kokab Tasikmalaya.
Wulan Nursyamhaqi selaku ketua pelaksana menuturkan kepada TribuanaNews bahwa Kegiatan tersebut juga bertujuan untuk menambah wawasan bagi para pelaku usaha ataupun para masyarakat yang berkeinginan untuk memulai wirausaha, dengan menghadirkan pemateri dari kampus UMKM Shopee Regional Jawa Barat dan Dinas Koperasi UMKM Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Tasikmalaya.
"Seminar kewirausahaan ini sangat bermanfaat sekali diadakan karena sangat mendukung terhadap kemajuan dari UMKM di Kabupaten Tasikmalaya ini. Apalagi peserta dari seminar ini juga dari kalangan masyarakat yang sudah memiliki UMKM serta yang akan merintis usaha. Dari segi pemateriannya juga bisa dijadikan bekal bagi masyarakat untuk lebih mengembangkan lagi usahanya dan bagi yang belum juga bisa memperkuat lagi niat untuk mempunyai usahanya," tuturnya.

Selanjutnya, M Zaldy Zulfikar (Ketua GMD Kokab Tasikmalaya) turut angkat bicara bahwa setiap anak muda mempunyai kesempatan yang sama untuk masa depan, hanya saja kesiapan yang membedakan hasilnya. Kesempatan lebih senang datang kepada mereka yang lebih dulu melakukan persiapan.
"Adapun ungkapan dari seorang Perdana Menteri perempuan pertama Inggris Margareth Thatcher, beliau berkata : "Watch your thoughts for they become words. Watch your words for they become actions. Watch your actions for they become habits. Watch your habits for they become character. Watch your character for it will become your destiny, In other words what you think you become."
Perhatikan apa yang kita pikirkan, karena itu akan keluar menjadi ucapan, menjadi kata-kata. Perhatikan apa yang kita ucapkan karena itu akan keluar menjadi tindakan, menjadi Actions. Perhatikan apa yang kita lakukan, karena ketika itu diulang terus menerus, ia akan menjadi habits (kebiasaan). Perhatikan kebiasaan kita, mulai dari mata terbuka (bangun tidur) sampai tertutup (tidur kembali). Karena dia akan menjadi karakter. Perhatikan karakter kita, karena demikian lah takdir kita. Dengan kata lain apa yang kita pikirkan demikian takdir kita," ucapnya.
Masih M Zaldy, berbicara tentang anak muda, maka bukan lagi berbicara tentang umur. Berbicara tentang muda maka kita berbicara tentang pilihan sikap. Apakah ingin menjadi seorang yang pesimis atau optimis. The youth of today are the Leaders of tomorrow, bahwa pemuda hari ini adalah pemimpin di masa depan.
"Stop anak muda, bukan zaman nya lagi menjadi penonton atau menjadi pemandu sorak. Anak muda sudah saatnya menjadi bagian. Yang jelas kita akan tua, setua keputusasaan kita. Kita akan muda semuda harapan kita, selama harapan, keyakinan, dan optimisme itu masih ada didalam dada maka kita akan selamanya muda. Jangan mau jadi anak muda yang pengecut, hidup cuman satu kali. Mari hidup yang berarti, akan ada yg berubah dan akan ada yg bertahan. Tapi satu yang pasti, harapan, keyakinan dan cita-cita harus terus diperjuangkan," pungkasnya. (Galih W)