
Tribuana News. Tasikmalaya - Salah satu sumber pembiayaan untuk mencapai sasaran pembangunan pendidikan sekolah dasar adalah dana alokasi khusus (DAK) fisik. DAK fisik ini dimaksudkan untuk mendanai kegiatan khusus yang menjadi urusan daerah, dan merupakan prioritas nasional sesuai dengan fungsi yang merupakan perwujudan tugas pemerintahan di bidang tertentu. Khususnya dalam upaya pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pelayanan dasar masyarakat.
Tahun 2022 penggunaan DAK fisik akan mengutamakan dua hal, pertama adalah pemenuhan sarana teknologi informasi dan komunikasi (TIK), yaitu program digitalisasi sekolah, yang di tahun-tahun mendatang akan menjadi infrastruktur dasar bagi peserta didik dan guru dalam pembelajaran.
Kemudian, yang kedua adalah pembangunan prasarana terutama sekolah yang tidak memadai dan banyak mengalami kerusakan. Demikian yang disampaikan Menteri Pendididikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Anwar Makarim, dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI, Selasa, 31 Agustus 2021 lalu, dilansir dari laman resmi Kemendikbud Ristek.
Terkait dengan Program Digitalisasi Sekolah, sebanyak 119 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Tasikmalaya akan mendapatkan bantuan alat pendidikan berupa: chrombook, infokus, wherles dan conector.
Hal tersebut disampaikan Kasi Sarana dan Prasarana SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, Bebey melalu pesan WhatsApp Jumat (13/5/2022).
Menurut Bebey bantuan tersebut berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2022 sebesar Rp. 14.875.000.000 E-purchasing (E-katalog) untuk 119 Sekolah Dasar (SD) yang ada di Kabupaten Tasikmalaya.
“Barang tersebut berupa chrombook, infokus, wherles dan conector bergaransi.
Sebelumnya nanti akan ada pelatihan atau bimbingan tehnik tentang penggunaan alat tersebut,” jelasnya. -***