
Tribuana News. Singaparna - Dalam obrolan santai di Ruang Kerja Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU), Jum'at (05/08/2022),
Jana Supriatna membebetkan pengalaman menjadi Sekpri.
"Sebelum bercerita panjang, alangkah baiknya bila kita mengetahui dulu apa itu Sekpri, agar tak gagal paham," kilahnya.
Sekretaris pribadi adalah sekretaris yang hanya bekerja membantu pimpinan dan menjadi perantara pimpinan terhadap yang lain. Sekretaris pribadi dituntut untuk mampu mencegah pimpinan agar tidak kelebihan beban atau masalah kecil yang tidak penting dan dapat fokus terhadap hal-hal yang lebih penting.
Sekretaris pribadi harus memiliki kemampuan basic seperti sekretaris pada umumnya yaitu kemampuan administrasi, namun tentu saja harus memiliki modal lain selain itu, antara lain adalah mempelajari pekerjaan baik luar maupun dalam, karena sekretaris pribadi akan berperan sebagai tangan kanan sang atasan, dan berhubungan langsung dengan orang-orang penting di perusahaan, hal ini mutlak diperlukan agar pada saat diajak berdiskusi atau diajak bicara sekretaris pribadi langsung mengerti arah pembicaraan atasannya kemana sehingga dapat mengerti apa yang akan dibutuhkan oleh atasan.
Dengan senda gurau layaknya komedian terkenal Komeng, Jana minta ijin penulis untuk bercerita dahulu tentang pengalaman saat pertama kali dirinya mulai bekerja di Dinas Pekerjaan Umum sebagai tenaga honorer daerah (Honda) pada tahun 1998. Ketika itu Pemerintah mengalami krisis moneter, dalam masa sulit seperti ini, untuk kali pertamanya seorang Jana mendapat honorarium sebesar 50 ribu rupiah dari Pemerintah Daerah melalui Dinas dimana dirinya berkiprah. Tentu saja rasa bahagia tak terhingga, baginya merupakan kebanggaan tersendiri.
Jana Supriatna mengakui dan menyadari, bahwa dirinya dikalangan teman-teman seangkatan dan dikampungnya dimana dia tinggal pada saat itu, dinobatkan sebagai pemuda sangat pemalu.
"Istilah jaman baheula bisa dibilang tergolong pemuda pemalu.
Ya, kalau istilah anak gaul sekarang mah kuper (kurang pergaulan).. gitcu mas! Terkadang ketemu wanita hadeeh.. mas! Minta ampun seribu ampun, gak berani, takut dan hati ini tetep merasa malu tak ketulungan..." ujarnya sambil tertawa.
Setelah berselang setahun bekerja, teman sekantor banyak yang sudah beristri, ada juga teman yang suka membawa dambaan pujaan hatinya tatkala ada acara pertemuan kantor dalam rangka temu silaturahmi atau acara pernikahan putri pejabat, disaat inilah seorang Jana mulai terusik perasaan hati yang menggugah ingin seperti yang lain. Jjana ingat sebait kata sastrawan Chairil Anwar dengan sajaknya yang terkenal " Aku ini bukan binatang jalang dari kumpulan yang terbuang......".
Dari sini Jana memiliki kemauan dan tingkat kepedeannya naik, bahkan teringat akan sebuah lagu Barat "when I need you!, Oh! Darling...". membuat Jana semakin kepengen mempunyai seorang kekasih.
Dan disinilah Pemuda Si Malu donk ah! mulai mengincar seorang gadis primadona yang cantik bernama Ai Yanti, tak jauh disekitar kampung Jana tinggal. Jana mulai nekad memberanikan diri dengan segala strategi dilakukan untuk mendapatkannya, dan akhirnya hanya dalam setahun berkenalan, pada tahun 2000, Jana mempersunting gadis primadona yang dia mau, dengan senyum kemenangan yang terindah dalam hidupnya kini gadis cantik sudah dalam pelukannya untuk selamanya.
Tahun 2001, dari hasil perkawinan Jana dan istri diberi amanah dari Yang Maha Kuasa, seorang anak lelaki munggil, ganteng dan tampan diberi nama Ikmal Fauzi dan Ikmal sekarang sebentar lagi mengakhiri kuliah di Universitas Bhakti Tunas Husada, dan putrinya diberi nama Iklimiya Balqis sekolah di kelas 8 SMPN I Singaparna.
Seiring perjalanan waktu tahun 2006, Jana diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil. Dan tahun 2014 ditempatkan menjadi Sekretaris Pribadi pimpinan Dinas sampai saat ini.
"Suka duka menjadi Sekpri merupakan pengalaman tersendiri dalam menghadapi, mengatasi permasalahan bagi semua tamu dari berbagai golongan tingkatan, dan Alhamdulillah kesemuanya teratasi," mengakhiri obrolannya. (Iwan Singadinata)