
Tribuana News-Dalam rangka mendukung program PKK Pokja IV di bidang kesehatan, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Tasikmalaya Retno Widyastuti bersama-sama dengan RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya melaksanakan kegiatan pelayanan pemeriksaan kesehatan matan sekaligus kacamata gratis bagi siswa sekolah yang mengalami gangguan penglihatan.
Layanan TP PKK Kabupaten Tasikmalaya ini menindaklanjuti inisiasi Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat yang melakukan kolaborasi dengan sejumlah perusahaan dan menjadi agenda besar TP PKK Provinsi Jabar dalam upaya mendukung kesehatan dasar masyarakat, khususnya kesehatan mata pelajar.
"Program ini untuk meningkatkan kualitas penglihatan pelajar, sekaligus menyasar guru dan masyarakat umum." kata Ketua TP PKK Kabupaten Tasikmalaya, Hj. Retno Widyastuti, S.E., Sabtu (13/12/2025)
Ia mengatakan, agenda sosial ini dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53, serta bertujuan diantaranya untuk :
• Mengidentifikasi gangguan penglihatan sejak dini
• Mendukung tumbuh kembang dan proses belajar melalui penglihatan yang optimal
• Mencegah keluhan mata yang dapat menghambat aktivitas anak
• Memberikan edukasi kesehatan mata sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga
Pada kegiatan ini, sebanyak 218 siswa di Kabupaten Tasikmalaya mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan mata sekaligus kacamata gratis.
"Tercatat sebanyak 86 peserta menjalani pemeriksaan mata dan langsung menerima kacamata gratis di RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya.” tutur Retno Widyastuti usai membuka acara.
Selanjutnya Retno mengatakan dengan penglihatan yang lebih baik, proses belajar mengajar akan berjalan maksimal. Para siswa bisa belajar dengan nyaman, para guru pun dapat mendidik dengan penuh tanggung jawab tanpa terganggu masalah penglihatan.
"Harapannya, akan lahir generasi emas yang cerdas, tangguh, berdaya saing nasional dan internasional serta berakhlakul karimah." tuturnya sekaligus ucapkan terimakasih dan mengapresiasi semua pihak.
Selain pemeriksaan mata, Ketua TP PKK Retno juga menghimbau kepada siswa-siswi yang menjadi peserta kegiatan khususnya, dan umumnya kepada seluruh siswa-siswi tingkat sekolah dasar di seluruh wilayah pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, untuk bisa menjaga kesehatan mata dan menghindari perilaku dalam keseharian yang dapat memicu terjadinya keluhan pada mata.
Seperti disampaikan Retno bahwa selain faktor genetik, pemicu terjadinya mata minus diantaranya adalah terlalu bermain di dalam ruangan, kebiasaan membaca buk terlalu dekat, dan menatap layar gadget yang terlalu lama. Oleh karena itu, melalui kegiatan tersebut, Ketua Retno mengajak kepada seluruh Kader PKK khususnya yang lebih dekat dengan masyarakat yaitu di tingkat ke RW-an masing-masing, untuk tidak bosan-bosannya memberikan edukasi kepada masyarakat tentang upaya menghindari penyebab mata minus pada anak usia dini. Selain itu, Retno berharap melalui sinergi antara PKK Pokja IV dan layanan kesehatan, diharapkan pemantauan kesehatan mata anak dapat berjalan lebih efektif, sehingga kualitas belajar dan masa depan mereka semakin terjamin.
Sementara, Direktur RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya, dr. Hj. Eli Hendalia, MH.Kes, menjelaskan peserta bakti sosial ini sebanyak 576 siswa dari 8 kecamatan.
“Peserta yang mendapatkan kacamata telah melalui proses screening ketat untuk memastikan apakah gangguan penglihatannya dapat dikoreksi dengan penggunaan kacamata.” ungkapnya.
Proses pemeriksaan, terang dr. Eli melibatkan refraktor terlatih serta dukungan dokter spesialis mata RSUD KHZ Musthafa. Termasuk, tenaga ahli optometris dari Ikatan Profesi Optometris Indonesia (IROPIN), guna memastikan layanan secara profesional dan standar medis.
"Pemeriksaan kesehatan mata kepada pelajar ini sangat penting dan miliki manfaat. Gerakan TP PKK sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat." jelas dr. Eli mengapresiasi.
Ia menyebut target program mencapai 1.000 orang. Sedangkan yang mengikuti penjaringan awal mencapai 2.400 orang. Namun, setelah screening 576 peserta memenuhi syarat mendapatkan kacamata.
"Untuk pelaksanaan pemeriksaan lanjutan di sejumlah puskesmas di wilayah Kabupaten Tasikmalaya hingga 21 Desember 2025.” pungkas dr. Eli Hendalia. (tim)