
Tribuana News. Taraju - Kuliah Kerja Nyata adalah bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah tertentu di Indonesia. Pelaksanaan kegiatan KKN biasanya berlangsung antara satu sampai dua bulan dan bertempat di daerah setingkat desa.
Sebagai sarana untuk menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Kuliah Kerja Nyata Tematik Institut Agama Islam Cipasung Desa Kertaraharja Kecamatan Taraju Kabupaten Tasikmalaya tahun 2022 menggelar acara seminar tentang Madrasah Diniyah Takmiliyah pada Minggu, (17/07/2022) bertempat di Desa Kertaraharja Kecamatan Taraju.
Kegiatan dihadiri oleh ketua FKDT Kabupaten Tasikmalaya, Supervisor (Dosen Pembimbing KKN IAIC), Kepala Desa dan tiga belas Kepala MDT Desa Kertaraharja serta tamu undangan lainnya.
Arief Abdul Azij memaparkan kepada Tribuana News bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan stabilitas keagamaan di era modernisasi, sedangkan MDT (Madrasah Diniyah Takmiliyah) hadir sebagai salah satu pendidikan islam yang sudah ada dari zaman dulu sebagai salah satu pusat pendidikan islam di Indonesia. Berbeda dengan pesantren dan sekolah, madrasah adalah lembaga pendidikan yang memadukan sistem keduanya. Dari sudut umurnya, keberadaan madrasah patut diacungi jempol, berkat kerja keras masyarakat madrasah tetap eksis hingga hari ini.
Sesuai dengan UUD 1945 Pasal 31 ayat 3, setelah mengalami perubahan keempat kalinya yang berbunyi Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang undang.
"Mencerdaskan kehidupan bangsa memang adalah asumsi mendasar diadakannya sebuah proses pendidikan, sebab kehidupan bangsa yang cerdaslah yang akan mengantarkan bangsa ini menjadi bangsa yang jaya dalam tapak waktu yang berkesinambungan," kata Arief.
Lanjut Arief, bahwa kecerdasan yang paling tepat yang di asumsikan diatas adalah kecerdasan yang mengarah pada kecerdasan spiritualitas, sebab kecerdasan spiritual inilah yang sangat menentukan baik atau tidaknya suatu bangsa.
"Untuk menunjang proses peningkatan kecerdasan spiritualitas tersebut tidak cukup kalau hanya mengacu pada pendidikan formal seperti SD, SMP, MTs, dan sebagainya. Dimana didalamnya hanya terdapat sedikit waktu untuk berbagi nilai-nilai spiritualitas tersebut. Jadi sudah barang tentu menjadi keniscayaan pentingnya pengembangan sistem Madrasah Diniyah Takmiliyah sebagai alternatif yang dominan untuk melengkapi pelajaran keagamaan dalam lembaga formal tersebut yang terkesan memiliki waktu sedikit dalam proses peningkatan keimanan, katakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa ini," pungkasnya.- (Galih W)