
Tribuana -
Semangat masyarakat untuk berpartisipasi dalam pemberantasan korupsi harus terus-menerus dibangkitkan, salah satunya dengan cara menyadarkan masyarakat akan bahaya dan dampak korupsi. Banyak sekali cara yang dapat dilakukan dalam mengkampanyekan Anti Korupsi, salah satunya yang dilakukan Koalisi Mahasiswa & Rakyat Tasikmalaya (KMRT) dengan menyelenggarakan kegiatan Jambore Anti Korupsi di perbukitan Dharma Caang, Cikoneng Kabupaten Ciamis tanggal 4 dan 5 Januari 2021. Nida Nurcahyani sebagai ketua pelaksana memaparkan bahwa tahun ini merupakan tahun ke- Tiga dilaksanakannya kegiatan Jambore Anti Korupsi, sejak tahun 2015. “ Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk Kampanye Anti Korupsi, yang diisi dengan berbagai materi Pendidikan Anti Korupsi sebagai stimulan kepada peserta untuk berkomitmen dalam memerangi Korupsi”, Jelas Nida.
Kegiatan Jambore Anti Korupsi ini cukup menarik perhatian. Dapat dilihat dari antusiasme masyarakat yang mengikuti kegiatan ini, kurang lebih 60 peserta dari berbagai elemen masyarakat, Mahasiswa, Pemuda, dan Pelajar. Kegiatan ini diharapkan dapat membawa manfaat bagi peserta Jambore, sedikitnya sebagai pengingat diri pribadi akan bahaya korupsi, setidaknya dapat meminimalisir tindakan kejahatan korupsi di masa yang akan datang. “ Besar harapan saya, kita sebagai generasi muda generasi anak bangsa bisa sadar akan bahaya korupsi, efek kerusakannya dapat terjadi dalam jangka panjang, jangan sampai terlena dengan keadaan ini”, Lanjut Nida.
Kegiatan hari pertama diawali dengan ceremonial pembukaan, lanjut pembentukan kelompok kemudian pada pertengahan acara dilanjutkan dengan Fun Games dan dan menjelang malam ada materi tentang HMA (Hubungan Manusia & Alam) disambung dengan Talkshow “Pendidikan Anti Korupsi” dengan Narasumber Opan Sopyan Hambali, S.Pd.I, Hendar Suhendar dan Arif Rahman Hakim. Pada hari kedua Kegiatan Jambore Anti Korupsi dilengkapi dengan Pelatihan Public Speaking dipandu oleh Lilis Asiah, SE., yang juga merupakan Duta Pemilihan Kabupaten Tasikmalaya tahun 2020. Di akhir acara panitia mengadakan Operasi Semut, yaitu kegiatan menjaga kebersihan lingkungan dengan memungut sampah dari atas bukit ke bawah.
Arief Rahman Hakim (Presiden KMRT) menambahkan dalam kegiatan ini seluruh peserta menyamakan persepsi bahwa korupsi adalah musuh bersama yang harus diperangi dan ini adalah agenda tahunan KMRT sebagai salah satu upaya pencegahan (prepentif) dalam melawan Korupsi. Di penghujung acara secara seluruh peserta dan panitia membubuhkan tanda tangan dan menempelkan telapak tangan yang telah beri cat merah cat merah pada kain putih sebagai tanda bahwa semua menolak keras kejahatan Korupsi dan akan memeranginya. “ Semoga Generasi muda dari berbagai elemen masyarakat ini bisa bersama-sama peduli terhadap permasalahan Korupsi dan dapat mengkampanyekan Gerakan Anti Korupsi demi terciptanya pemerintah yang bersih dan masyarakat yang sejahtera.” pungkas Arief. (Galih Witono)