
Tasikmalaya, Tribuananews – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya membuka lowongan untuk posisi direksi pada dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Proses seleksi terbuka untuk umum dan dilaksanakan dengan prinsip transparan serta profesional.
Ketua Panitia Seleksi Calon Direksi BUMD Lembaga Non Keuangan, Drs. H. Nana Heryana, MM, menegaskan bahwa rekrutmen ini bertujuan mencari pemimpin baru yang tangguh dan inovatif. "Kami berharap muncul figur yang mampu menggerakkan potensi daerah menjadi kekuatan ekonomi berdaya saing tinggi," ujarnya, Senin (6/10/2025).
Jadwal dan Proses Seleksi
Pendaftaran dibuka dari 6 hingga 13 Oktober 2025. Para calon dapat mengunduh formulir dan berkas lamaran di laman resmi Pemkab Tasikmalaya: www.tasikmalayakab.go.id. Berkas lamaran fisik selanjutnya dikirim ke Sekretariat Panitia Seleksi di Bagian Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Kabupaten Tasikmalaya, Komplek Perkantoran (Gebu) Singaparna.
Nana menjelaskan, tahapan seleksi akan berlangsung dari 14 hingga 29 Oktober 2025. "Prosesnya meliputi seleksi administrasi, uji kelayakan dan kepatutan (psikotes, ujian tertulis, penulisan dan presentasi makalah), serta wawancara mendalam," paparnya.
Persyaratan dan Profil yang Dicari
Calon direksi harus memenuhi sejumlah kriteria utama:
- Berusia 35 hingga 55 tahun.
- Berpendidikan minimal S1.
- Memiliki pengalaman manajerial minimal lima tahun.
- Memiliki reputasi keuangan yang baik dan bebas dari afiliasi politik.
Nana menekankan, kandidat harus memiliki rekam jejak kepemimpinan yang solid. "Tak kalah penting, mereka harus mampu menavigasi tantangan bisnis daerah dengan bijak. Kami menginginkan figur yang punya semangat membangun, bukan sekadar mengejar jabatan," tambahnya.
Peran Strategis Dua BUMD
Nana menyoroti peran vital kedua BUMD yang sedang membuka lowongan direksi ini. Perumda Air Minum Tirta Sukapura disebut sebagai ujung tombak pelayanan air bersih bagi masyarakat. Sementara itu, PT Abhyakta Dharma Yasa (Perseroda) berperan dalam pengembangan sektor usaha daerah yang berorientasi pada profit dan pelayanan publik.
"BUMD harus menjadi institusi yang sehat, mandiri, dan mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Pemkab Tasikmalaya ingin memastikan pengelolaan BUMD ditangani oleh figur profesional berintegritas yang memahami arah pembangunan ekonomi daerah," tandas Nana Heryana. (Tim)