
Tribuana - Kab. Tasik
Ditengah tantangan yang cukup berat bagi para pelaku usaha karena pandemi Covid 19, Handri justru menuai keuntungan yang fantastis dari budidaya ikan Molly (Poecilia Sp) dan Platy (Xiphophorus Maculates). Pasalnya kebijakan lockdown dan WFH di daerah dan berbagai negara tujuan ekspor ikan hias mendorong orang - orang untuk mencari alternatif objek hiburan dirumah.
Pemuda berusia 32 tahun ini menuturkan bahwa ia mengawali budidaya ikan - ikan ini sejak 2016.
"Awalnya membeli ikan impor dari Thailand untuk indukan, karena melihat pasar Molly dan Platy masih jarang di kita, dan mulai memasarkan di 2017," ujar Handri saat ditemui Tribuana di farmnya di Kampung Ciuyah Desa Tenjonagara Kec. Cigalontang, Senin (8/2/2021).
Handri menceritakan banyak sekali jenis ikan yang ia jual, tidak hanya satu jenis tapi berbagai Jenis ikan molly yang populer dipasarkan antara lain Black molly Lyretail, Marble Ballon Lyretail, Marble Longbody Lyretail, Golden Black Ballon Lyretail, Golden Black Ballon, Copper Marble Ballon Lyretail, Copper Marble Longbody Lyretail, White Snow Ballon Lyretail, Golden Ballon Lyretail, Sunkist Molly dan Albino Molly. Sedangkan dari jenis Platy seperti Tuxedo Wag, Pintail Red Wagtail, Varian Platy Maculatus, Varian Platy Variatus dan Xiphophorus Heleri.
Ikan - ikan ini merupakan ikan tropis yang cara perawatan, berkembangbiaknya mudah dan bisa bertahan hidup meskipun di air keruh sekalipun, mereka akan mampu beradaptasi dengan lingkungannya secara cepat. Di usia 2,5 hingga 3 bulan ikan ini sudah bisa di jual dan di kembangbiakkan.
Bagi para pecinta ikan hias biasanya mengisi aquascape mereka dengan ikan platy dan Molly, karena ikan ini sifatnya tidak merusak dan bisa hidup berdampingan dengan ikan lain, makanya ikan ini sangat cocok menjadi ikan hias aquascape kalian di rumah.
Terkait harga ikan - ikan ini tergantung kwalitas dan indukannya. Mulai kisaran 100 ribu rupiah hingga 1,5 juta rupiah. " apabila ada yang kwalitasnya jelek atau biasa disebut cendolan saya lempar ke toko ikan hias seputaran Singaparna - Tasik dengan harga murah. " tambahnya.
Selama ini, pemilik akun facebook dan youtube Java Phorus ini telah menjual ikan mungil ini ke berbagai daerah di Nusantara hingga Negara di Eropa, Asia bahkan Amerika.
Sebagai pegiat usaha tani ikan hias, Handri menuturkan harapannya kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan pendidikan/pelatihan dan bantuan permodalan kepada peternak ikan hias, pelatihan dan bantuan yang ada sekarang lebih dominan untuk petani, peternak ikan konsumsi, seperti halnya koperasi untuk mengatur peternak untuk sekarang sangat minim. Padahal jika dilihat dari nilai ekonomi harga satu ekor ikan hias ini bisa sebanding dengan 1 kg ikan konsumsi bahkan lebih. (Galih W)