Kamis, 12 Februari 2026 08:35 WIB

Peran Aktif Ulama dan Tomas Kunci Suksesnya Demo Damai di Tasikmalaya

Selasa, 02 September 2025 21:23:31

Oleh: Redaksi | 142 view

Tribuananews, Tasikmalaya – Rencana aksi unjuk rasa besar-besaran menuju DPRD dan Polres Kabupaten Tasikmalaya pada Senin (1/9/2025) sempat menimbulkan kecemasan di kalangan masyarakat. Kekhawatiran ini muncul menyusul insiden solidaritas di berbagai daerah yang kerap berujung kerusuhan, seperti yang dipicu oleh meninggalnya driver ojol Affan Kurniawan di Jakarta.
Namun, suasana mencekam tersebut berhasil diredam berkat peran proaktif para ulama dan tokoh masyarakat (Tomas) setempat. Merekapun bergerak cepat memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap tenang, waspada, dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Melalui berbagai kanal, termasuk media cetak dan sosial, Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya KH Atam Rustam dan Ketua MUI KH Acep Tohir Fuad menyerukan agar aspirasi disampaikan secara santun dan beretika. Pimpinan Ponpes Baitul Hikam, KH Busrol Karim, juga mengajak masyarakat untuk bermuhasabah dan kembali kepada hukum Allah SWT. Upaya kolektif ini bertujuan mencegah konflik horizontal dan menjaga stabilitas masyarakat.
Himbauan tersebut terbukti sangat efektif. Aksi berjalan tertib dan dialogis. Menjelang kedatangan massa, seluruh anggota DPRD telah berbaris di depan gerbang komplek Setda untuk menyambut para pengunjuk rasa, didampingi oleh aparat keamanan.


Proses penyampaian aspirasi pun berlangsung tertib. Usai sambutan dari Ketua DPRD dan perkenalan masing-masing anggota dewan, perwakilan demonstran secara bergilir menyampaikan orasi dan tuntutannya. Pendekatan yang menghargai ini membuat para peserta aksi merasa didengarkan, sehingga mencegah potensi kekecewaan yang bisa memicu kerusakan.
Keberhasilan penyelenggaraan demo damai ini pun diapresiasi oleh berbagai pihak. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menyampaikan terima kasih atas peran serta semua elemen masyarakat. Peristiwa ini tidak hanya membanggakan, tetapi juga menjadi contoh nyata dan teladan bagi daerah lain dalam mengelola penyampaian aspirasi dengan cara yang demokratis, aman, dan kondusif. (Tete Suhendar)

Komentar Anda

BACA JUGA