
Dilihat dari sejarah RW. 02 Desa Cikunten Kec. Singaparna dikenal dengan kampung seni karena hidup para pelaku seni yang senantiasa mengembangkan dan melestarikan kesenian tradisional, seperti Wayang Golek, Jaipongan, Gondang, Sisindiran, Angklung Sered dan lain-lain. Bapak Salim Waslim yang terkenal dengan julukan "Si Setan Rebab" adalah satu dari beberapa pelaku seni yang sangat berpengaruh dalam pelestarian seni budaya di sana. Namun seiring berjalannya waktu usia tua tidak dapat dilawan. Sehingga kesenian yang dulu terang benderang kini mulai meredup.
Berawal dari pelaksanaan program kepengurusan Rukun Warga 02 Bidang Pemuda, Olah Raga dan Seni Budaya kini geliat generasi muda di bidang seni makin tampak, salah satunya latihan rutin pencak silat bagi anak usia sekolah. Atas dasar semangat untuk melestarikan nilai-nilai seni dan budaya tradisional sunda maka lahirlah sebuah wadah dengan nama lingkung seni "Ligar Pasundan". (10/02/2021)
Kegiatan tersebut dihadiri oleh 30 peserta musyawarah diantaranya muda mudi, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, ketua dan pengurus RW serta seluruh ketua RT yang ada di lingkungan RW. 02 dengan menghasilkan keputusan musyawarah dengan menetapkan ketua terpilih secara aklamasi yaitu Mochamad Padlan Crispa, Resya Febri Rahayu (Sekretaris), Fitri Melyani (Bendahara).
Koordinator Bidang Humas dan Pemberdayaan masyarakat RW. 02 Gungun Nugraha, memaparkan bahwa maksud dan tujuan dilaksanakan musyawarah pembentukan Ligar Pasundan ini adalah untuk merangsang generasi muda khususnya di wilayah RW. 02 dalam bidang seni dan budaya sekaligus memberikan pemahaman akan pentingnya menjaga, melestarikan kesenian tradisional dan budaya yang mulai pudar, Ligar Pasundan ini dibentuk sebagai wadah dan ruang edukasi bagi generasi muda untuk menghasilkan karya seni yang dapat bermanfaat bagi dirinya dan orang yang menikmatinya. " Harapan terbentuknya Ligar Pasundan ini menjadi sentra seni budaya seperti pada waktu masa jayanya dulu." tandasnya.
Dalam sambutannya, Padlan menuturkan bahwa ia akan merumuskan visi, misi dan program kerja dalam waktu dekat, supaya lingkung seni ini lebih terarah dan termanage dengan baik." Mari kita jadikan Lingkung Seni ini sebagai ruang edukasi, menumbuhkan kreatifitas, rasa gotongroyong dan melahirkan karya - karya seni yang berkwalitas." pungkasnya.
(Galih W)