
TribuanaNews. Kabupaten Tasikmalaya- Program pengabdian Gerakan Mengajar Desa (GMD) Tasikmalaya kembali dilaksanakan di Desa Deudeul Kecamatan Taraju tepatnya di kampung Ciwindu kedusunan Babakanputat.
Di tahun 2021 ini kegiatan dilaksanakan selama tujuh hari mulai 20 sampai 26 Desember 2021.
Gerakan Mengajar Desa memiliki tujuan utama untuk mengabdi kepada masyarakat, dengan cara memberikan sedikit ilmu yang dimiliki kepada mereka anak - anak di pelosok desa yang membutuhkan.
Kegiatan pengabdian tersebut mengusung tema JABAR JUARA LAHIR BATIN “ belaJAr BAReng mewuJUdkAn liteRAsi sekoLAH Indonesia agaR BerkArkTer, dan berINtegrasi”. Tutor yang terjun terdiri dari pelajar dan mahasiswa Tasikmalaya yang sebelumnya telah dibekali berbagai teknik pembelajaran, pelatihan dan peningkatan kompetensi yang diperlukan dalam program terjun mengajar di lapangan.
Leader GMD, Muhammad Zaldy Zulfikar memaparkan kepada TribuanaNews dalam kegiatan peresmian SABA Opan (Saung Baca Opan Sopyan) sekaligus penutupan program tersebut pada Minggu, (26/12/2021) di kampus SD Delapan Djoeang Kecamatan Taraju bahwa program yang telah dilaksanakan, di antaranya Program mengajar di SD Delapan Djoeang dan PAUD Al- Mansyuriah, Program Gerakan Magrib Mengaji, Program kemasyrakatan dan Program pembangunan Saung Baca ( Saung Baca Opan Sopyan).
"Didirikannya Saung Baca Opan Sopyan ini selain mengenang tokoh pendiri SD Delapan Djoeang, bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan minat baca anak-anak di kampung Ciwindu Desa Deudeul, khususnya di SD Delapan Djoeang," Jelas Zaldy.
Masih menurut Zaldy, bahwa sebagai mahasiswa atau pelajar yang mana dituntut dan diberikan amanah serta tanggung jawab untuk menjadi agen perubahan.
"Maka laksanakanlah! Apalagi nilai - nilai Tri Dharma dalam perguruan tinggi. Maka dari itu, Gerakan Mengajar Desa di Tasikmalaya hadir sebagai bentuk upaya untuk mewujudkan nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pendidikan di daerah Tasikmalaya umumnya di Indonesia. Sebagai ikhtiar dan langkah kami untuk melakukan perubahan-perubahan didalam masyarakat." Pungkasnya.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh kepala sekolah beserta tenaga pengajar SD Delapan Djoeang dan PAUD Al Mansyuriah, Presiden dan Pengurus Harian Koalisi Mahasiswa dan Rakyat Tasikmalaya (KMRT), serta tokoh agama, pemuda dan masyarakat setempat. (Galih W)