
Tribuananews - Tasikmalaya - Pelestarian budaya adalah upaya untuk mempertahankan nilai-nilai seni budaya, nilai tradisional dengan mengembangkan perwujudan yang bersifat dinamis, luwes dan selektif, serta menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang selalu berubah dan berkembang. Salah satu tujuan diadakannya pelestarian budaya adalah juga untuk melakukan revitalisasi budaya (penguatan).
Festival budaya sebagai salah satu sarana komunikasi yang merupakan salah satu sarana penting yang dapat digunakan sebagai media pelestarian budaya. Sebagai sebuah peristiwa budaya, festival memiliki warna-warni ragam dan intensitas dramatik dari berbagai aspek dinamika, seperti misalnya estetika yang dikandungnya, berbagai tanda dan makna yang melekat, “akar” sejarah serta keterlibatan para penutur aslinya. Secara kebetulan hal ini juga telah melekat dalam daya tarik nostalgia masa silam yang dikemas dalam bentuk paket-paket wisata budaya dan kini telah menarik berbagai pengunjung dari berbagai belahan bumi ini.
Berkaitan denga hal tersebut Pemdes Cisayong berhasil dab sukses menggelar even dengan tema
"Festival Beubeutian".
Sejatinya ini merupakan Gelar Budaya yang di selenggarakan bersama Sanggar Kolecer yang berlokasi di Kampung Wisata Kolecer, Sabtu (09/10/2021).
Jenis Gelar Budaya yang ditampilkan saat itu:
Jaipong, Upacara Adat, Tari Tradisional, Karinding, Dogdog, Wayang Bobodoran, dan kegiatan lain dengan ciri kesundaan.
Dan menambah semaraknya kegiatan tersebut disertai iringan pawai obor warga Desa Cisayong.
Kegiatan tersebut dihadiri secara langsung oleh
Ibu Bupati Tasikmalaya,
Sekda Kabupaten Tasikmalaya,
Dinas Pendidikan & Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, para Seniman daerah, serta masyarakat setempat.
Kepala Desa Cisayong Yudi Cahyudin S.AP mengatakan
bahwa kegiatan ini akan digelar setiap tahun nya sebagai salah satu bukti syukur kepada Sang Pencipta atas hasil alam yang sampai saat ini bisa dinikmati. Selain itu, kegiatan ini sebagai ajang untuk melestarikan budaya khusus nya ditatar Pasundan serta bernostalgia dengan para sesepuh sambil menikmati olahan makanan jaman dulu.
Lebih lanjut Yudi menyampaikan bahwa Festival Beubeutian
merupakan kegiatan dimana pengolahan makanan yang diambil langsung oleh para petani yang bersumber dari dalam tanah seperti
Sampeu, hui, boled, ganyol, sigro, suuk, dan taleus.
Kemudian dalam kegiatan itu petani atau warga masyarakat Desa Cisayong mengolah sendiri "beubeutian" tersebut untuk selanjutnya
diarak dari Kantor Desa menuju Kampung Wisata Kolecer menggunakan Jampana dan Sundung
"Tujuan lain diadakannya kegiatan ini supaya Generasi saat ini mengetahui ciri khas makanan yang dimiliki oleh daerah.
Selain itu juga sebagai ajang sarana reuni menikmati olahan makanan yang sudah ada sejak dulu," ujar Yudi.- (Ayi Ahmad Hidayat)