Kamis, 02 April 2026 20:12 WIB

Siswa SMA KHZ. MUSTOFA Raup Untung Besar Dari Budidaya Cacing Sutra Dan Kutu Air

Jumat, 12 Februari 2021 13:19:01

Oleh: Redaksi | 1.329 view

Saat ini permintaan pakan ikan hias cacing sutra dan kutu air meningkat tajam dikarenakan meledaknya pecinta dan usaha peternakan ikan hias maupun konsumsi di masa pandemi covid-19 ini. Bagi masyarakat Tasikmalaya melakukan budidaya cacing sutra dan kutu air ini dianggap menguntungkan secara bisnis. Salah satunya bagi Abdul Rofik Abdillah dan Tedi Ahmad Sobari yang kini masih duduk dibangku sekolah kelas XII di SMA KHZ. MUSTOFA Sukamanah.

Mereka menceritakan awal mula melakukan usaha budidaya cacing sutra (Tubifex sp) dan kutu air (Cladocera) kepada Tribuana di rumahnya di Kp. Bageur Desa Sukarapih Kecamatan Sukarame. Kamis, (11/02/2021).

Bisnis ini berawal ketika pemerintah menerapkan BDR bagi seluruh sekolah. Lantas mereka mulai merawat dan beternak ikan cupang untuk mengisi waktu luang. Namun untuk pakan mereka masih membeli dari toko ikan hias. Dikarenakan saat itu pakan sedang langka maka menjadi sebuah tuntutan untuk menyediakan pakan sendiri. "awalnya iseng-iseng, daripada nganggur, sekolah tidak efektif, ternyata lumayan hasilnya untuk kebutuhan sehari - hari, daripada minta terus sama orang tua, " papar Ropik.

Ia menambahkan bahwa harga cacing sutra dipatok dengan harga 10 ribu rupiah per- gelas air kemasan. Sedangkan untuk kutir 10 ribu rupiah per- centong sayur. Omzet dari usaha budidaya yang mereka dapatkan per - minggu rata - rata mencapai 700 hingga 800 ribu rupiah. Selain pembeli berdatangan ke rumah mereka juga melayani pesan antar atau COD (Cash On Delivery). Pemesanannya bisa melalui akun Facebook dan Instagram dengan nama" BETTA BAGEUR" atau via Whatsapp. Selain menjual ke peternak atau pecinta ikan hias langsung mereka pun memasok pakan untuk toko ikan hias di daerah Singaparna, Mangunreja, Kawalu dan Kota Tasikmalaya.

Cacing sutra atau yang biasa disebut cacing rambut merupakan cacing yang termasuk dalam kelas Oligochaeta dengan ukuran 2-4 cm dan hidup di perairan jernih. Cacing ini kaya akan protein sebanyak 57-60 persen dan memiliki lemak antara 13-20 persen. Selain untuk pakan alami ikan hias seperti cupang, guppy dan molly cacing ini biasanya dimanfaatkan dalam dunia peternakan sebagai pakan belut, gurami, lele, lobster, ayam, dan hewan peliharaan lainnya.

Melihat peluang bisnis tersebut, apakah kamu tertarik membudidayakan cacing sutra dan kutu air? (Galih W)

Komentar Anda

BACA JUGA