Selasa, 21 April 2026 11:50 WIB

Aliansi Sanggar Singaparna Sukses Gelar Napak Jagat Pasundan, Pererat Silaturahmi dan Lestarikan Seni Lokal

Senin, 11 Agustus 2025 13:32:29

Oleh: Redaksi | 244 view

Tribuananews, Singaparna– Aliansi Sanggar Singaparna sukses menyelenggarakan acara Napak Jagat Pasundan di Lapangan Heliped Cipasung, Desa Cipakat, Kecamatan Singaparna. Acara yang merupakan hasil kerja sama dengan Coklat Kita ini berlangsung meriah pada Sabtu, (9/8/2025).

Ahmad Nasrudin, yang akrab disapa Ahmad Greg, menjelaskan bahwa tujuan utama Aliansi Sanggar Singaparna dalam acara tersebut adalah untuk mempererat tali silaturahmi antar-sanggar. 

"Kami ingin sanggar-sanggar di Singaparna bisa berkarya bareng, unjuk kabisa, dan berkomunikasi bersama-sama. Tujuannya agar tidak ada gap (jarak) antar-sanggar," jelas Greg.

Greg berharap kolaborasi ini dapat menghasilkan kesenian dengan ciri khas Singaparna. Ia menambahkan, acara ini juga bertujuan mengangkat kesenian yang ada di wilayah Singaparna. Menurutnya, fokus di tingkat kecamatan ini akan menjadi magnet bagi sanggar-sanggar seni lain di Kabupaten Tasikmalaya.

Selain pertunjukan seni yang bersifat seremonial, acara ini juga memiliki nilai investasi sosial. Salah satunya adalah pengangkatan juru kunci Saruni di wilayah Cipakat untuk membantu mengatasi masalah sampah.

"Aliansi Sanggar Singaparna ini bukan hanya bergerak di seni tari dan musik, tapi juga ada yang bergerak di lingkungan hidup. Kesenian harus menyatu dengan alam dan masyarakatnya," tegasnya.

Sebanyak 10 dari 16 sanggar yang awalnya direncanakan ikut, turut memeriahkan acara ini. Sanggar yang terlibat antara lain RL Studio (Ringkang Liberty), Komunitas Kuluwung, Sanggar Anbaya, Sanggar Wirahma, Sanggar Salira, Sanggar Katumbiri, Komunitas Sanggar Harsa, Sanggar Sembun Cipasung, Sanggar Kobong dan Lais Putra Galunggung.

Lebih lanjut Greg menyebutkan bahwa Kesenian yang diusung dalam acara ini mengangkat sejarah Singaparna yang konon erat kaitannya dengan penyebaran Islam oleh Sunan Gunung Jati. "Dengan keberanian seperti singa, maka kami beri judul SIRARONG (Singaraja Barong)," papar Greg.

 

Kesenian ini meninggalkan jejak budaya keislaman, di antaranya Tari Sarung dan Tari Puspa Mangu. Greg menyebut, kesenian lain yang turut ditampilkan adalah rampak kentrung dan jaipongan.

"Alhamdulillah, sekarang kesenian Singaparna sudah punya ciri khas, yaitu kesenian Si Rarong. Idenya memang dari saya, tapi dieksekusi bersama teman-teman," tuturnya.

 

Greg berharap, kesenian khas ini dapat terus berkembang dan mendapat dukungan dari berbagai pihak, terutama Dinas Kebudayaan setempat. "Tinggal kita tentukan langkah berikutnya untuk kesenian ini. Kami menunggu dukungan dari pihak-pihak terkait," pungkasnya. (G W)

Komentar Anda

BACA JUGA