
CIKATOMAS, TRIBUANANEWS – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya resmi membuka ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) jenjang SMP tingkat Kabupaten tahun 2026. Acara yang menjadi panggung kreativitas bagi ratusan talenta muda ini dipusatkan di SMPN 1 Cikatomas pada Kamis (23/4).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, Wandi Herpiandi, S.Pd., M.Si., memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan ini. Menurutnya, FLS2N bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sarana krusial dalam membangun karakter siswa demi masa depan.
"Kita akan dorong kegiatan yang bertujuan menggali potensi anak di bidang seni dan sastra. Banyak hal yang bisa dibangun melalui lomba ini, terutama karakter yang diperlukan anak untuk sukses, seperti kreativitas, komunikasi yang baik, serta keberanian," ujar Wandi dalam sambutannya.
Wandi juga menyoroti peran kesenian sebagai penyeimbang di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Ia berharap kesenian dapat meminimalisir pengaruh negatif dari penggunaan gawai yang tidak bijak yang dapat mendistraksi karakter baik anak.

"Potensi anak di Kabupaten Tasikmalaya sangat besar, sehingga diperlukan peran pemerintah untuk mengembangkannya. Kami berharap sekolah memiliki program terstruktur untuk terus memupuk potensi ini agar Dinas Pendidikan dapat lebih optimal dalam mendukung kesuksesan kegiatan seperti ini kedepannya," tambahnya.
Sementara itu, Ketua panitia penyelenggara, Miftah Saepul Anwar, S.Pd melaporkan bahwa antusiasme tahun ini mengalami peningkatan signifikan. Sebanyak 140 sekolah, baik negeri maupun swasta, tercatat mengirimkan delegasi terbaiknya. "Persiapannya cukup panjang karena FLS2N ini merupakan lomba berjenjang, mulai dari tingkat satuan pendidikan, wilayah, hingga kini di tingkat kabupaten," jelas Miftah.
Terdapat 11 mata lomba yang dipertandingkan, mencakup disiplin ilmu Seni Budaya dan Bahasa Indonesia. Kategori lomba tersebut meliputi Musik Tradisional, Menyanyi Solo, Ansambel Campuran, Ilustrasi, Desain Batik, Ragam Hias, Melukis, Menulis Cerita, Mendongeng, hingga Tari Kreasi. Seluruh juri dan panitia merupakan guru-guru kompeten dari bidang studi terkait.
Miftah menegaskan bahwa ajang yang bernaung di bawah Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) ini diharapkan mampu melahirkan prestasi yang membanggakan, sekaligus mengasah mental peserta didik untuk bersaing di level yang lebih tinggi.
"Tujuannya adalah menumbuhkembangkan karakter peserta didik dan menghasilkan prestasi yang bisa membawa nama baik Kabupaten Tasikmalaya ke kancah provinsi hingga nasional," pungkasnya. (*)