Minggu, 23 Juni 2024 02:50 WIB

Mengintegrasikan Pendidikan Multikultural dalam Kurikulum

Jumat, 17 Mei 2024 17:31:30

Oleh: Redaksi | 48 view

Tribuana News Pangandaran

Saat ini ada banyak hal yang harus dipelajari siswa ketika berada di bangku sekolah. Jika dulu siswa hanya mempelajari mata pelajaran umum dan agama, beda dengan saat ini. Pasalnya siswa juga perlu untuk mendapatkan pendidikan multikultural. Pendidikan multikultural sangat penting sehingga harus diberikan.

Pendidikan multikultural adalah pendidikan yang diberikan pada siswa agar bisa dengan mudah beradaptasi dengan budaya lainnya. Hal ini didasari oleh perkembangan zaman yang sangat cepat dan persaingan global yang ketat. Dengan mendapatkan pendidikan ini maka siswa bisa merasakan banyak manfaatnya.

Apa Itu Pendidikan Multikultural?

Pendidikan multikultural adalah pendidikan yang menanamkan pentingnya menghargai heterogenitas, baik itu budaya, suku, etnis, agama, bahasa, dan sebagainya. Pendidikan multikultural ini termasuk pendidikan yang penting untuk diberikan sejak anak usia dini.

Pengertian lainnya yaitu pendidikan multikultural merupakan suatu pendidikan yang menanamkan pentingnya menghormati, menghargai, memahami dan menerika keanekaragaman pluralitas dan heterogenitas dari sisi budaya, suku, etnis dan agama untuk sebuah keadilan sosial.

Tujuannya adalah agar anak bisa tumbuh menjadi generasi yang memiliki toleransi tinggi terhadap keberagaman. Terlebih masyarakat Indonesia sangat multikultural karena memiliki beraneka ragam budaya, bahasa, suku, etnis, adat istiadat dan sebagainya.

Pendidikan multikultural bisa diberikan kepada anak secara langsung di sekolah melalui guru. Selain itu, orang tua di rumah juga bisa memberikan pendidikan multikultural sendiri.

Konsep dasar dari pendidikan multikultural ini adalah setiap siswa harus diberikan kesempatan yang sama tanpa memandang perbedaan kondisi, baik itu budaya, suku, jenis kelamin dan sebagainya. Masing-masing siswa berhak untuk mendapatkan persamaan di setiap aspek pendidikan.

Contohnya adalah seorang guru harus memberikan bimbingan, perhatian dan arahan yang samak kepada semua siswa yang ada di kelas. Penerapan konsep seperti ini diharapkan mampu mencegah terjadinya diskriminasi di masa mendatang sehingga tingkat toleransi semakin tinggi.Semakin banyak generasi yang sadar akan pentingnya menerima keberagaman dan menjaga perdamaian, maka semakin kecil pula terjadinya tindakan diskriminasi. Baik itu diskriminasi rasial maupun etnosentrisme.

Tujuan Pendidikan Multikultural

Diberikannya pendidikan multikultural tentu memiliki tujuan yang baik. Berikut ini beberapa tujuan pendidikan multikultural yang harus diketahui:

  1. Untuk memaksimalkan fungsi sekolah ketika anak harus menghadapi berbagai macam keberagaman dan perbedaan
  2. Membiasakan siswa untuk hidup damai dalam berbagai perbedaan dan keberagaman
  3. Mengajarkan siswa atau anak cara menghargai perbedaan di kehidupan sosial bermasyarakat.
  4. Melatih kemampuan sosial siswa dalam berinteraksi di lingkungan yang berbeda-beda sehingga mudah beradaptasi
  5. Melatih siswa agar terbiasa untuk bersikap baik apabila ada guru, teman, saudara atau kelompok yang memiliki bahasa, budaya, suku, etnis dan ras yang berbeda dengan mereka

Fungsi Pendidikan Multikultural

Adapun fungsi dari pendidikan multikultural ini adalah sebagai berikut:

  1. Upaya mengajarkan siswa bahwasanya konflik itu akan selalu ada sehingga mereka harus bisa mengedepankan perilaku positif di tengah keberagaman
  2. Sebagai upaya pembinaan akan pentingnya menjaga keutuhan bangsa yang didalamnya memiliki berbagai perbedaan
  3. Sebagai langkah awal untuk penguatan karakter pada semua siswa
  4. Meningkatkan kemampuan berbahasa asing

Nah itulah informasi tentang mengintegrasikan pendidikan multikultural dalam kurikulum. Meski pendidikan multikultural sangat penting bagi siswa, tetapi belum semua sekolah menerapkannya. Salah satu sekolah yang sudah menerapkan pendidikan multikultural dalam kurikulumnya adalah SMA Dwiwarna (Boarding School).

Perlu diketahui jika SMA Dwiwarna (Boarding School) memiliki pembelajaran beberapa bahasa asing, seperti bahasa Inggris, bahasa Jepang maupun bahasa Jerman. Selain itu, dalam kurikulumnya juga dilengkapi dengan persiapan ujian TOEFL, ujian bahasa Jepang (Japan Language Proficiency Test) dan persiapan ujian  bahasa Jerman.

Tersedia juga fasilitas yang diberikan pada siswa untuk mengembangkan wawasan internasionalnya. Contohnya kerjasama yang dijalin SMA Dwiwarna (Boarding School) dengan beberapa sekolah luar negeri, seperti Hunting Tower School Australia  dan Morioka Chuo High School Jepang. (TIM)

Komentar Anda

BACA JUGA