Kamis, 12 Februari 2026 06:58 WIB

Ustad Wahab Muhsin Ingatkan Remaja untuk Teladani Nabi Muhammad SAW, Bukan Sekedar Rayakan Maulid

Kamis, 25 September 2025 15:35:33

Oleh: Redaksi | 129 view

TRIBUANANEWS, TASIKMALAYA – Kelahiran Nabi Muhammad SAW bukan hanya sekadar peristiwa sejarah yang dirayakan seremonial setahun sekali, melainkan momentum untuk meneladani seluruh aspek kehidupannya, terutama oleh generasi muda.

Dalam paparannya, Ustadz Wahab menyampaikan sejumlah fakta tentang Nabi Muhammad yang bersumber dari kitab hadis sahih. Nabi Muhammad SAW lahir pada hari Senin di bulan Rabiul Awal, tahun Gajah, di Makkah al-Mukarramah. Sejak kecil, tanda kenabian sudah tampak, salah satunya adalah peristiwa pembedahan dada oleh Malaikat Jibril untuk menyucikan hati beliau.

“Nabi diangkat menjadi Rasul pada usia 40 tahun dan dikaruniai tujuh orang anak. Dalam kehidupan sehari-hari, beliau juga mengajarkan gaya hidup sehat dengan menganjurkan umatnya untuk mahir dalam memanah, berkuda, dan berenang." paparnya saat diwawancara langsung Tribuananews di kediamannya Kampung Sukamaju Desa Karyamukti Kecamatan Leuwisari. (12/09/2025).

Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa bentuk cinta sejati kepada Nabi bukan hanya diekspresikan melalui perayaan, tetapi dengan mengamalkan ajarannya.

“Doa dan amalan utama untuk menunjukkan kecintaan adalah dengan memperbanyak shalawat. Sebagaimana sabda Nabi, orang yang paling dekat dengannya di hari kiamat adalah yang paling banyak membaca shalawat,” ujarnya, merujuk hadis riwayat Tirmidzi.

Ustadz Wahab juga menjelaskan istilah “sirajan munira” atau pelita yang menerangi, yang disematkan kepada Nabi Muhammad dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 46.

Di akhir ada pesan dari Ustadz Wahab beliau menyampaikan pesan keras namun mengena khusus untuk kalangan remaja. Dia mengkritik gaya hidup sebagian pemuda yang lebih memprioritaskan hiburan dan kesenangan duniawi daripada ibadah.

“Remaja sanggup begadang demi game, tapi malas saat mendengar adzan. Rela menghabiskan uang untuk gaya hidup, tetapi berat untuk bersedekah. Pandai berbicara di media sosial, namun kaku lidahnya untuk berzikir" imbuhnya.

Dia mengingatkan agar masa muda yang merupakan periode emas tidak disia-siakan untuk hal-hal tidak berguna. “Bangkitlah! Buktikan cinta pada Nabi dengan shalat tepat waktu, menjaga pandangan, berbakti pada orang tua, dan berani menolak dosa. Jika di masa muda sudah kalah pada hawa nafsu, jangan harap di masa tua Allah angkat derajatmu,” pungkasnya. (*)

Komentar Anda

BACA JUGA
Kamis, 07 April 2022