
Tribuana News. Manonjaya - Sekolah favorit adalah sebuah istilah yang ditujukan kepada sekolah yang memiliki fasilitas lengkap, berkualitas, atau banyak dimasukki oleh para pelajar. Para siswa dan orangtua siswa memburu sekolah favorit sehingga anak-anak berprestasi dan kaya akan berkumpul dalam satu sekolah. Sementara itu, siswa yang dianggap kurang pintar dan tidak mampu akan berkumpul di sekolah pinggiran atau non-favorit.
Adanya istilah sekolah favorit dan non-favorit juga menciptakan “status sosial” sebuah sekolah. Karena itu, mereka yang bersekolah di sekolah favorit mempunyai modal sosial lebih tinggi daripada siswa dari sekolah non-favorit. Siswa sekolah favorit lebih mudah melanjutkan studi di tingkat lebih lanjut.
Hal ini mungkin tidak berlaku di SMKN Manonjaya, meski terbilang menjadi sekolah favorit tapi dalam hal status sosial orang tua siswanya tidak terlalu mementingkan yang mampu atau kaya, orang yang tidak mampupun tetap diterima tapi sesuai dengan kriteria tertentu.
Menurut keterangan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Uus Sugiartono, S.Pd saat ditemui Tribuna News, Kamis (11/08/2022) mengatakan bahwa pada saat penerimaan pendaftaran ke SMKN Manonjaya tahun ajaran 2022/2023 mencapai 800 orang siswa/siswi, Jumlah BPDB yang diterima hanya 540 siswa/siswi dari beberapa gelombang.
Gelombang 1 Jumlah 376 orang, dan gelombang 2 Jumlah 149 orang. Kriteria untuk gelombang 1 yaitu ada jalur prestasi, jalur apirmasi, jalur anak guru dan jalur disabilitas/kebutuhan khusus.
Untuk gelombang dua melalui jalur raport. Pendaftarnya mencapai 800 orang yang diterima cuma 540 karena di batasi dengan kebutuhan sekolah dengan rombel kelas kekurangan dari 5 Jurusan.
"Ada 5 Jurusan di SMKN Manonjaya, diantaranya: TKJ, RPL, TKRO, TBSM, OTKP, dengan Jumlah Siswa/siswi keseluruhan mencapai 1.600 siswa/siswi.
Untuk sekolah di SMKN Manonjaya tidak ada pungutan biaya apapun (gratis)," pungkasnya.- (Bihin)